Bertemu Organda Arab Saudi, RI Bahas Layanan Transportasi Haji di Armuzna

Misi Haji Indonesia menggelar pertemuan dengan Naqabah Ammah Lissayyarat atau Organda Arab Saudi untuk membahas peningkatan layanan transportasi jemaah haji Indonesia di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  21:01 WIB
Bertemu Organda Arab Saudi, RI Bahas Layanan Transportasi Haji di Armuzna
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji Reuters/Mohamed Al Hwaity

Bisnis.com, JAKARTA – Misi Haji Indonesia menggelar pertemuan dengan Naqabah ‘Ammah Lissayyarat atau Organda Arab Saudi untuk membahas peningkatan layanan transportasi jemaah haji Indonesia di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Delegasi Indonesia yang terdiri atas Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dan Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali serta staf teknis haji lainnya diterima oleh pimpinan Naqabah. 

“Kami meminta angkutan shuttle bus untuk jemaah haji Indonesia yang menempati wilayah Mina Jadid ke Jamarat pulang dan pergi,” terang Sri Ilham di Makkah, seperti dilansir laman resmi Kementerian Agama pada Rabu (11/12/2019).

Menurut dia, setiap tahun sedikitnya ada sembilan maktab atau sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia yang menempati tenda di kawasan perluasan Mina atau Mina Jadid. Jarak dari tenda ke tempat melontar jumrah (jamarat) cukup jauh, yakni lebih dari 8 km sekali jalan sehingga jemaah bisa kelelahan. 

“Keberadaan bus akan meringankan perjalanan jemaah saat akan melontar jumrah,” ujar Sri.

Indonesia juga meminta agar sarana transportasi Armuzna menggunakan city bus dengan kapasitas 80-100 orang dan memiliki tiga pintu. Setiap bus juga diharapkan dilengkapi pemandu, baik saat keberangkatan menuju Arafah maupun saat pulang dari Mina ke Makkah. 

“Kami juga minta Naqabah memperbolehkan penempatan tas kabin jemaah ke dalam bus antarkota,” tutur Sri.  Menurut dia, pihak Naqabah akan menindaklanjuti usulan delegasi haji Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Sumber : Kemenag.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top