Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Tawarkan Senjata Buatan PT Pindad kepada Laos

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Laos Jenderal Chansamone Chanyalath di kantor Kemhan RI, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  15:37 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) saat melihat-lihat tank produksi PT Pindad di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). Presiden mendorong berkembangnya industri alustista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tengah) saat melihat-lihat tank produksi PT Pindad di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). Presiden mendorong berkembangnya industri alustista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Laos Jenderal Chansamone Chanyalath di kantor Kemhan RI, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dalam kunjungan tersebut Menhan Laos melakukan penandatanganan kerja sama dengan Indonesia di bidang pertahanan. Namun tak disebutkan fokus kerja sama yang disepakati tersebut.

Dahnil Anzar Simanjuntak Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga mengatakan saat kunjungan itu Prabowo memperkenalkan produk-produk persenjataan Indonesia khususnya yang diproduksi PT Pindad.

“Dalam pertemuan tersebut Menteri Pertahanan RI Prabowo juga menawarkan kesediaan agar taruna-taruna akademi militer Laos bisa belajar di Indonesia,” kata Dahnil, Rabu (11/10/2019).

Selain itu, Menhan juga mempersilakan Laos jika angkatan darat negara itu memerlukan pelatih dari pasukan khusus TNI AD untuk melatih pasukan khusus Laos. Indonesia, kata dia, siap membantu.

Di sisi lain, Dahnil menyebut kerja sama bilateral yang telah dijalin antara RI dan Laos ini cukup penting. Hal itu mengingat negara seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja memiliki karakteristik gerilya.

“Yang menjadi warisan penting strategi perang [tiga negara tersebut], dan penting sesama negara Asean untuk saling bahu membahu memperkuat pertahanan regional,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pindad laos prabowo subianto menhan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top