Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Lalai, Gerindra Dorong Bentuk Panja Kasus Jiwasraya

OJK dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik sehingga perlu diminta pertanggungjawaban dan penjelasan lembaga pengawas industri keuagan tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  20:44 WIB
Karyawati berbincang di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta - JIBI/Dedi Gunawan
Karyawati berbincang di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Gerindra, Harry Poernomo menegaskan akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait kasus gagal bayar yang dialami oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akibat keteledoran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia menilai OJK dalam hal ini tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik sehingga perlu diminta pertanggungjawaban dan penjelasan lembaga pengawas industri keuagan tersebut.

"Memang ada itu (rencana pembentukan Panja OJK). Ini kasus Jiwasraya, OJK terlambat mengambil keputusan. Tidak ada ketegasan. Harusnya masalah ini bisa dideteksi sejak dini, ini telah berlarut larut," ujarnya di Komisi XI DPR, Senin (9/12).

Selain telah berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama, katanya, saat ini pun tidak ada langkah penyelesaian yang kongkret dari OJK. Karena itu dikhawatirkan penyelesaian kasusnya pun akan memakan waktu yang lama.

Konsekuensi daripada itu, tentunya beban sosial dan finansial yang ditanggung pemerintah dan perusahaan akan semakin berat, ujarnya. 

"Akibat berlaru larut, risiko finansialnya jadi membengkak, karena tidak ada ketegasan dan keputusan yang pasti,” katanya.

Dengan perkembangan tersebut, pihak Komisi XI DPR akan menagih OJK untuk segera menyampaikan usulan skenario penyelesaian masalah tersebut.

“Nanti di Panja diputuskan. Secepatnya kita bentuk Panja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya pansus
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top