AS dan Iran Saling Tukar Tahanan

Meski hubungan kedua negara belakangan berada dalam tensi yang tinggi, AS dan Iran diam-diam telah melakukan tukar-menukar tahanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Desember 2019  |  14:15 WIB
AS dan Iran Saling Tukar Tahanan
Presiden AS Donald Trump menghadiri KTT para pemimpin NATO di Watford, Inggris 4 Desember 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Meski hubungan kedua negara belakangan berada dalam tensi yang tinggi, AS dan Iran diam-diam telah melakukan tukar-menukar tahanan.

Amerika Serikat dan Iran mempertukarkan tahanan pada Sabtu (7/12) dalam aksi kerja sama yang langka antara kedua musuh yang hubungannya kian memburuk sejak Presiden Donald Trump berkuasa.

Kedua negara mempertukarkan warga Amerika-China Xiyue Wang, yang ditahan selama atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata, dan warga Iran Massoud Soleimani, yang ditahan AS.

Trump mengatakan Wang sudah kembali ke AS dan seorang pejabat Iran mengatakan Soleimani dibebaskan dari penahanan di AS.

Swiss memfasilitasi pertukaran tahanan tersebut dan kantor berita Iran IRNA melaporkan Menteri Luar Negeri Javad Zarif menyambut Soelimani di Zurich, tempat pertukaran tahanan dilakukan. Soleimani dijadwalkan kembali ke Iran dalam beberapa jam lagi.

Dalam sebuah pernyataan oleh Gedung Putih, Trump tak menyebut pembebasan Soleimani melainkan berterima kasih kepada pemerintah Swiss atas bantuannya dalam perundingan bagi pembebasan Wang.

"Pembebasan orang-orang Amerika yang ditahan merupakan hal sangat penting bagi pemerintahan saya, dan kami akan terus bekerja keras memulangkan warga negara kami yang ditahan dengan cara salah di luar negeri," kata dia.

Sebelumnya Zarif mengatakan pertukaran tahanan sangat penting. Kemudian dia memasang foto-foto dirinya bersama Soleimani di Twitter.

"Senang Prof Massoud Soleimani dan Tuan Xiyue Wang akan berkumpul dengan keluarga mereka. Terima kasih banyak kepada semua pihak yang terlibat, khususnya pemerintah Swiss," cuit Zarif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, swiss

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top