Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ADB Kucurkan Pinjaman US$50 Juta untuk Kacific

Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pinjaman senilai US$50 juta kepada Kacific Broadband Satellites International Limited (Kacific) yang akan menyediakan sambungan internet pita lebar berbasis satelit dan berkecepatan tinggi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  10:56 WIB
Logo Asian Development Bank (ADB). - Bloomberg/Nana Buxani
Logo Asian Development Bank (ADB). - Bloomberg/Nana Buxani

Bisnis.com, BANDUNG - Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pinjaman senilai US$50 juta kepada Kacific Broadband Satellites International Limited (Kacific) yang akan menyediakan sambungan internet pita lebar berbasis satelit dan berkecepatan tinggi.

Infrastruktur ini akan melayani berbagai negara di Asia dan Pasifik, terutama kepulauan seperti Indonesia dan Filipina dan negara pulau kecil di Pasifik.

Bagi ADB, ini adalah pembiayaan satelit pertama yang disetujui.

Proyek Satelit Internet Pitalebar bagi Lokasi Terpencil di Asia Pasifik (Asia-Pacific Remote Broadband Internet Satellite Project) akan membantu menjadikan sambungan internet pitalebar tersedia lebih luas bagi negara-negara di kawasan ini, tempat lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses internet yang andal akibat infrastruktur yang tidak memadai, tantangan geografis, dan tingginya biaya layanan.

Michael Barrow, Direktur Jenderal ADB untuk Operasi Sektor Swasta, menuturkan akses yang lebih baik ke internet berkecepatan tinggi yang andal dapat membantu meningkatkan layanan pendidikan, memperluas akses ke informasi, menarik investasi, mengurangi kesenjangan pembangunan perdesaan–perkotaan, meningkatkan perdagangan dan konektivitas, serta menstimulasi perekonomian setempat.

“Akses tersebut juga akan membantu meningkatkan komunikasi, terutama pada saat kondisi darurat dan bencana, ketika jaringan yang ada di darat mungkin mengalami kerusakan," ujar Micheal, Kamis (5/12/2019).

Christian Patoraux, Pendiri dan CEO Kacific, menilai ADB memegang peranan penting dalam mewujudkan transaksi ini.

“Keikutsertaan ADB telah membantu guna memperoleh pembiayaan yang diperlukan untuk proyek yang sangat penting bagi pembangunan," kata Christian.

Dia memandang manfaat konektivitas akan mengubah kehidupan—mulai dari peningkatan pariwisata, akses ke informasi, layanan keuangan, hingga perawatan kesehatan dan pendidikan bagi berbagai masyarakat terpencil di kawasan ini.

Proyek ini juga akan mendukung konstruksi, peluncuran, dan operasi sebuah satelit orbit geostasioner bumi berkapasitas tinggi (high-throughput) yang digunakan bersama. Kacific-1 dijadwalkan untuk diluncurkan oleh SpaceX pada bulan Desember 2019 dan akan operasional pada awal 2020.

Adapun pembiayaannya terdiri atas pinjaman dari ADB dan dari Leading Asia’s Private Infrastructure Fund (LEAP) yang dikelola oleh ADB.

Didirikan pada bulan Maret 2016 dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency, LEAP adalah salah satu sarana pembiayaan bersama (cofinancing) ADB yang dikhususkan bagi infrastruktur sektor swasta di Asia dan Pasifik.

ADB akan bekerja sama dengan GuarantCo, sebuah perusahaan di bawah Private Infrastructure Development Group (PIDG), untuk menjamin pembiayaan bersama tambahan bagi proyek tersebut.

GuarantCo menyediakan solusi kredit untuk pembangunan infrastruktur di negara berpenghasilan rendah di Afrika dan Asia, dengan pendanaan dari pemerintah Australia, Inggris, Swedia dan Swiss melalui PIDG Trust dan dari Belanda melalui FMO, Dutch Development Bank, dan PIDG Trust. PIDG adalah organisasi pembangunan dan pembiayaan yang menyampaikan infrastruktur perintis di negara-negara yang paling miskin dan paling rapuh.

 ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem.

Pada 2018, ADB memberikan komitmen pinjaman dan hibah baru senilai US$21,6 miliar. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik internet ADB
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top