CIMB Niaga Komitmen Lestarikan Bambu

PT Bank CIMB Niaga Tbk. berkomitmen untuk ikut melestarikan bambu. Sejak 2012, emiten bank berkode BNGA ini telah menggelontorkan sekitar Rp3,5 miliar dari dana copororate social responsibility (CSR).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  02:07 WIB
CIMB Niaga Komitmen Lestarikan Bambu
Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (tengah) berdiskusi dengan Pande Ketut Diah Kencana (kanan), pendiri pusat penelitian bambu di Universitas Udayana di kebun bambu Tegal Alang, Gianyar, Bali, Sabtu (30/11/2019). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, BALI – PT Bank CIMB Niaga Tbk. berkomitmen untuk ikut melestarikan bambu. Sejak 2012, emiten bank berkode BNGA ini telah menggelontorkan sekitar Rp3,5 miliar dari dana copororate social responsibility (CSR).

Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan bahwa bank memiliki 4 pilar dalam melaksanakan CSR. Satu di antaranya adalah kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Bambu kami pilih karena ternyata memiliki manfaat besar baik terhadap linkungan maupun secara ekonomis bagi masyarakat sekitar,” katanya di sela kunjungan ke kebun bambu Tegal Alang, Gianyar, Bali, Sabtu (30/11/2019).

Menurut Fransiska, dari sisi ekologi bambu memiliki keunggulan dan dampak positif untuk meningkatkan kualitas talanah dalam menyerap air, menjadi penyerap karbon dan memproduksi oksigen. Dengan demikian, tanaman bambu dapat menjadi solusi dalam upaya mitigasi untuk mengatasi perubahan iklim. 

Kunjungan ke lahan konservasi bambu di Gianyar, Bali, menjadi titik awal untuk mulai menghitung dampak ekologis serapan karbon dari konservasi penanaman bambu yang telah dilakukan selama ini. Seperti diketahui, sepanjang 2012-2018,

CIMB Niaga dan yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) telah melestarikan lebih dari 3 jenis bambu dengan jumlah lebih dari 15.000 pohon yang tersebar  di Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 

Khusus Bali dan Nusa Tenggara Barat, jenis yang ditanam adalah bambu tabah yang bagus digunakan untuk bahan pangan. Jawa Barat menjadi wilayah untuk jenis bambu yang dapat digunakan untuk bahan bangunan serta pengembangan angklung. Di Yogyakarta khusus untuk konservasi dan di NTT fokus untuk bahan baku bangunan.

Selanjutnya bank berkerja sama dengan yayasan Kehati akan melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang dapat dijadikan wilayan penanaman bambu selanjutnya. “Tahun ini sudah ada di Lombok. Tahun depan kami masih mencari wilayah yang cocok,” ucapnya. 

Selain bermanfaat bagi lingkungan, BNGA juga berupaya memberikan nilai tambah bambu kepada masyarakat sekitar wilayah konservasi.

Bank memberikan pelatihan kepada para petani agar dapat menghasilkan produk-produk pangan pascapanen. “Dengan demikian, petani mendapatkan penghasilan dari penjualan produk bambu baik berupa rebung, furniturmaupun produk-produk lain,” kata Fransiska.

Selain berkerja sama dengan Kehati, BNGA juga menggandeng Pande Ketut Diah Kencana, pendiri pusat penelitian bambu di Universitas Udayana. “Bambu adalah salah satu tanaman penyelamat alam. Selain mudah ditanam dan memiliki pertumbuhan yang cepat, bambu juga tidak membutuhkan perawatan khusus,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cimb niaga

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top