Maestro Seni Lukis Jeihan Sukmantoro Meninggal Dunia

Kabar duka tentang kepulangan maestro seni rupa Jeihan Sukmantoro merambat di dinding-dinding Facebook. Tak hanya pesan di atas yang disampaikan penyair Acep Zamzam Noor yang menuliskan kabar itu saat berada di Studio Jeihan Sukmantoro, di Jalan Padasuka 147 Bandung, Jumat (29/111/2019).
Saeno
Saeno - Bisnis.com 29 November 2019  |  21:21 WIB
Maestro Seni Lukis Jeihan Sukmantoro Meninggal Dunia
Jeihan Sukmantoro - indonesia.go.id/Dok. Jeihan Sukmantoro

Bisnis.com, JAKARTA -  Innalillahi wa innailaihi rojiun... Telah berpulang maestro seni lukis Jeihan Sukmantoro petang ini, pukul 18.15. Semoga almarhum khusnul khotimah. Alfatihah..

Kabar duka tentang kepulangan maestro seni lukis Jeihan Sukmantoro merambat di dinding-dinding Facebook. Tak hanya pesan di atas yang disampaikan penyair Acep Zamzam Noor yang menuliskan kabar itu saat berada di Studio Jeihan Sukmantoro, di Jalan Padasuka 147 Bandung, Jumat (29/111/2019).

Pesan yang sama juga disampaikan Matdon, seorang penyair Kota Bandung yang dikenal sebagai Rois Am Majelis Sastra Bandung (MSB).

Lantas kabar duka itu merambat dan disambut ucapan belasungkawa atas meninggalnya sang maestro.

Semua orang yang mengenal Jeihan secara langsung atau pun tidak akan hapal dengan ciri khas lukisannya. Sosok orang dengan mata hitam, terkesan gelap atau kosong. Sebuah ciri khas yang mistis di satu sisi.

Seperti dikutip Wikipedia, Jeihan lahir pada  26 September 1938 di Surakarta, Jawa Tengah. Pelukis bergaya ekspresionisme ini mulai melukis sejak masih kecil. Dia belajar seni lukis di Himpunan Budaya Surakarta (HBS).

Untuk memperluas wawasan, Jeihan pergi ke Bandung, Jawa Barat pada 1960. Dia mengenyam pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, Jeihan tidak pernah menyelesaikan pendidikannya di ITB karena sikapnya yang cenderung memberontak.

Sikapnya ini karena dia pernah mengalami near death experience. Jeihan tidak mendapatkan pendidikan formal sampai menginjak usia 15 tahun. Dia pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak dapat mengikuti pendidikan sejak awal.

Kecelakaan itu hampir merenggut nyawanya dan menyebabkan dia cedera otak. Ketika itu, Jeihan diyakini sudah tidak bernyawa, tapi ia bangun sebelum dimakamkan. Peristiwa ini yang kemudian memengaruhi cara berpikirnya dan karya-karyanya.

Sebelum meninggal Jeihan dirawat di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, sejak Sabtu (20/7) karena kanker getah bening.

"Badannya drop waktu Sabtu, kita sudah kasih obat supaya reda, tapi enggak reda-reda, jadi dibawa ke rumah sakit," kata putra sulung Jeihan, Atasi Amin di Bandung, Rabu seperti ditulis Antaranews.com.

Jeihan juga mengalami kekurangan darah sehingga membutuhkan transfusi darah.

Atasi mengatakan kanker yang diidap ayahnya itu sudah diketahui sejak Desember 2018.

Meski dalam kondisi lemah, Jeihan masih bersemangat saat diajak bicara. Atasi mengatakan ayahnya senang diajak bicara, bahkan ia juga sempat melukis walau dengan peralatan seadanya.

Maestro Seni Lukis, Jeihan Sukmantoro masih sempat membuat karya saat dirawat di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, Rabu (24/7/2019)./ANTARA-Bagus Ahmad Rizaldi

 

"Kalau melukis ya memang pekerjaannya, beliau belum pernah berhenti. Sekarang kalau mau melukis ya melukis saja, lagi sakit juga tetap melukis," kata Atasi.

Jeihan Sukmantoro atau yang lebih dikenal dengan nama Jeihan, adalah seorang pelukis kenamaan di Indonesia. Ciri khas dari objek lukisannya adalah mata yang hitam kelam.

Salah satu karyanya yang diberi judul "Satrio Piningit" dipamerkan di Museum Jakarta pada 2014.

Jeihan mendirikan studio Seni Rupa Bandung pada 1978, yang menjadi tempat pengembangan kreativitas kaum muda untuk berkreasi dan mandiri.

Jeihan juga banyak meraih penghargaan, antara lain, Perintis Seni Rupa Jawa Barat 2006 dan Penghargaan Anugerah Budaya Kota Bandung 2009.

Untuk mengenang Jeihan, silakan saksikan wawancaranya bersama RTV dalam program Maestro berikut :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelukis

Sumber : Antara/FB

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top