Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uni Eropa Susun Program US$3,9 Miliar Bangkitkan Startup

Uni Eropa sedang merencanakan program senilai 3,5 miliar euro atau US$3,9 miliar yang akan diinvestasikan dalam pengembangan teknologi tahap awal.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 November 2019  |  21:05 WIB
Startup - olpreneur.com
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Uni Eropa sedang merencanakan program senilai 3,5 miliar euro atau US$3,9 miliar yang akan diinvestasikan dalam pengembangan teknologi tahap awal.

Langkah ini akan dilakukan dalam upaya meningkatkan inovasi teknologi yang mungkin suatu hari nanti akan melampaui raksasa teknologi dari Amerika Serikat dan China.

Menurut Jean-Eric Paquet, Direktur Jenderal Komisi Eropa untuk penelitian dan inovasi, perusahaan modal ventura tradisional cenderung menghindari penelitian yang mahal dan berisiko yang diperlukan untuk mengubah terobosan ilmiah menjadi produk yang layak.

"Ini adalah lembah kematian inovasi yang terkenal," katanya dalam sebuah wawancara di konferensi teknologi Slush di Helsinki, dikutip melalui Bloomberg, Minggu (24/11).

Di Eropa, tantangan dalam pengembangan awal teknologi mirip dengan menyeberangi lembah kematian atau "valley of death" karena banyak calon inovasi layu dan mati.

Paquet menambahkan, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk menutup kesenjangan investasi dengan menyediakan modal dan dana hibah untuk perusahaan deep tech dalam sektor utama seperti manufaktur, bioteknologi, teknologi kesehatan dan kecerdasan buatan.

Program ini akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2021 dan akan dijalankan oleh Dewan Inovasi Eropa (EIC). Besaran dana yang dialokasikan dalam program ini dapat berubah tergantung pada hasil pembicaraan anggaran dengan negara-negara anggota blok.

Uni Eropa saat ini menanamkan momdal pada perusahaan teknologi melalui hibah dari Komisi Eropa dan Dana Investasi Eropa, yang melakukan investasi perusahaan modal ventura tanpa mandat untuk mengambil banyak risiko.

"Kami berharap dapat membuat dampak besar dengan Dewan Inovasi Eropa. Kami benar-benar meniru fitur positif perusahaan modal ventura tradisional." kata Paquet.

Peran modal ventura dalam teknologi Eropa telah melonjak karena perusahaan-perusahaan di benua itu tumbuh semakin besar dan perang perdagangan antara AS dan China telah mendorong investor untuk mempertimbangkan target alternatif dari dua hub teknologi tersebut.

Modal yang diinvestasikan di perusahaan-perusahaan Eropa tahun ini tumbuh menjadi US$34,3 miliar, naik dari US$15,3 miliar pada 2015, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pekan lalu oleh perusahaan modal ventura Atomico.
 
Paquet mengungkapkan, fase percontohan dari program EIC telah dimulai sejak musim panas ini dengan modal 600 juta euro untuk menguji selera para inovator untuk hibah gabungan (combined grant) dan dukungan ekuitas.

Program percontohan diperkirakan untuk memilih antara 50 dan 100 proyek pada akhir tahun ini.

Dana EIC akan dijalankan oleh para ahli eksternal yang akan diminta untuk melakukan uji kelayakan bisnis dan mencari peserta lain untuk putaran yang lebih tradisional begitu produk bergerak ke fase pengujian.

"Pendekatan Komisi Eropa untuk investasi pada deep tech, dalam pandangan saya, dirancang dengan sangat cermat, fokus pada bidang yang belum layak untuk investasi modal ventura," ujar Sarah Cannon, seorang di perusahaan modal ventura, Index Ventures.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa StartUp
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top