Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos OJK Temui Wapres Ma'ruf Amin, Bahas Penyelamatan Bank Muamalat?

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 11 November 2019  |  18:18 WIB
Karyawati Bank Muamalat  - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Karyawati Bank Muamalat - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang dipimpin Wimboh Santoso mendatangi kantor Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Bicarakan upaya penyelamatan Bank Muamalat?

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan mengakui salah satu tema yang dibahas dengan Wakil Presiden terkait Bank Muamalat. Meski begitu pembahasan tidak dilakukan hingga detail.

"[Ada pembicaraan tapi] tidak secara spesifik," kata Wimboh di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, pembicaraan lebih banyak mengenai update perkembangan sektor keuangan terkini. Pertemuan ini sekaligus perjumpaan resmi dewan komisioner dengan wakil presiden pertama kali.

Dalam pertemuan ini, Wimboh juga menyebutkan Otoritas Jasa Keuangan juga menyampaikan tentang langkah-langkah mendorong keuangan syariah menjadi lebih besar.

"[Ekonomi syariah] potensinya besar, tentunya akan kita dorong perbankan syariah akan lebih mempunyai peran yang lebih besar ke depan," katanya.

Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan telah menjadi tugas pemerintah untuk memperkuat lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Penguatan itu juga menjangkau Bank Muamalat yang menjadi bank syariah pertama di Indonesia.

"Pemerintah mendorong supaya ada penguatan melalu sistem dan cara-cara yang benar," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden.

Penyelamatan dengan cara yang benar yakni penyehatan berdasarkan aturan yang berlaku di Indonesia. Peran pemerintah sebatas mendorong agar lembaga keuangan terus tumbuh dan berkembang.

"Semua itu [dukungan kepada Bank Muamalat] hanya mendorong," katanya.

Lebih lanjut, Ma'ruf yang sebelumnya merupakan Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat itu menyebutkan Kantor Wakil Presiden tidak akan memerintahkan badan usaha milik negara (BUMN) melakukan intervensi untuk penyelamatan.

"Kalau BUMN mau masuk itu bersifat aturan sistem keuangan saja. Jadi tidak ada kemudian pemerintah oh kamu [BUMN harus selamatkan Muamalat], oh tdk ada, jadi pendekatannya upaya bisnis saja," katanya.

Pemegang saham dan jajaran manajemen Bank Muamalat sendiri telah melakukan kunjungan kerja ke kantor Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Hayunaji, Head of Corporate Affairs Bank Muamalat menuturkan dalam pertemuan yang berlansung sekitar satu jam itu pihaknya optimis dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Hayunaji menyebutkan secara garis besar Ma'ruf menyatakan dukungannya agar ekonomi syariah terus tumbuh di tanah air. Apalagi Mu'amalat merupakan lembaga keuangan syariah pertama di Indonesia.

"Pak kiai sangat support mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Muamalat sebagai lembaga syariah pertama di Indonesia [pesan beliau] harus dijaga going concern-nya," kata Hayunaji.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. seperti diketahui membutuhkan suntikan modal investor baru. Upaya ini hingga saat ini belum juga menemukan titik terang. OJK dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa Muamalat membutuhkan tambahan modal setidaknya Rp8 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top