Disney+ Bakal Tersedia di Amazon, LG dan Samsung

Walt Disney Co. mencapai kesepakatan untuk menempatkan layanan streaming terbarunya, Disney+, ke dalam perangkat buatan Amazon, Samsung, dan LG.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 November 2019  |  07:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Walt Disney Co. mencapai kesepakatan untuk menempatkan layanan streaming terbarunya, Disney+, ke dalam perangkat buatan Amazon, Samsung, dan LG.

Layanan dengan biaya sekitar US$7 per bulan tersebut, yang menampilkan sebagian besar film dan acara TV terbaik perusahaan, akan memulai debutnya pada 12 November mendatang.

Disney telah menandatangani perjanjian untuk mendistribusikan produk pada perangkat Apple Inc. dan Roku Inc. sebelumnya, kesepakatan dengan Amazon.com Inc., yang menjual Produk Fire TV, sempat terhambat karena kedua perusahaan memperdebatkan sejumlah persyaratan.

Kesepakatan dengan raksasa teknologi tersebut, bersama dengan kesepakatan promosi dengan Verizon Communications Inc., membuat berarti Disney+ dapat memulai dengan cepat ketika diluncurkan pekan depan.

Perusahaan hiburan terbesar di dunia ini mengandalkan layanan baru, bersama dengan Hulu dan ESPN +, untuk memberikan pertumbuhan terhadap perusahaan ketika konsumen terus meninggalkan TV konvensional.

Pada Kamis (7/11), Disney merilis laporan keuangan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, membuat harga saham naik sebanyak 4,5 persen dalam perdagangan after-hours. Kinerja positif tersebut dipimpin oleh catatan positif sejumlah box office produksi perusahaan sepert live-action "Lion King" selama periode tersebut.

Laba Taman Hiburan

Taman hiburan dan divisi produk konsumen perusahaan juga mencatat laba, didukung oleh penjualan barang dagangan yang terkait dengan film-filmnya, serta kinerja Disneyland Resort di California Selatan dan Disney Vacation Club yang positif.

Pendapatan melonjak 34 persen menjadi US$19,1 miliar menyusul akuisisi aset 21st Century Fox senilai US$71 miliar, yang selesai pada bulan Maret.

Tetapi kinerja perusahaan juga menggarisbawahi sifat bisnis TV yang berubah dan urgensi dorongan CEO Disney Bob Iger ke dalam layanan streaming.

Laba jaringan ESPN perusahaan turun karena meningkatnya biaya pemrograman olahraga dan menyusutnya pelanggan TV kabel. Penghasilan di jaringan siaran ABC juga turun, dengan lebih sedikit acara TV yang dijual ke pihak ketiga.

Sementara itu, kerugian di divisi direct-to-consumer yang baru dibuat melonjak menjadi US$ 740juta. Bisnis streaming Disney+ adalah bagian dari divisi itu, dan biaya meningkat ketika perusahaan bersiap untuk melakukan persaingan dengan pemimpin industri streaming, Netflix Inc.

Studio film Disney melanjutkan kinerjanya yang kuat dengan lonjakan laba 79 persen, berkat suksesnya sejumlah fim termasuk "Toy Story 4" dan "Aladdin." Perusahaan merilis "Frozen 2" dan sekuel terakhir "Star Wars" kuartal ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
disney

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top