Indonesia Dorong Keterlibatan Perempuan Di Polisi PBB

“Keberadaan polisi perempuan akan meningkatkan kinerja misi, termasuk dalam perlindungan masyarakat sipil dan penanganan kekerasan seksual”, ujar Deputi Wakil Tetap Indonesia di PBB Dubes Muhsin Syihab dalam siaran pers Kemenlu RI, Jumat (08/11/2019).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 08 November 2019  |  19:45 WIB
Indonesia Dorong Keterlibatan Perempuan Di Polisi PBB
Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) bersiap mengikuti upacara peringatan HUT Ke-70 Polwan di Monas, Jakarta, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnsi.com, BANDUNG – Lewat Dewan Keamanan PBB, Indonesia mendorong peningkatan representasi perempuan dalam UN Police (UNPOL) untuk menjaga keamanan dan menangani masalah kekerasaan seksual.

“Keberadaan polisi perempuan akan meningkatkan kinerja misi, termasuk dalam perlindungan masyarakat sipil dan penanganan kekerasan seksual”, ujar Deputi Wakil Tetap Indonesia di PBB Dubes Muhsin Syihab dalam siaran pers Kemenlu RI, Jumat (08/11/2019).

Selain itu, dia menuturkan UNPOL harus aktif dalam melakukan community engagement dan mendukung penguatan kapasitas polisi lokal di Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP).

Menurutnya, community engagagement sangat krusial untuk membangun kepercayaan dari masyarakat.

Indonesia berpartisipasi dalam briefing DK PBB mengenai UN Police (UNPOL) yang diadakan di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (06/11/2019).

Pertemuan membahas membahas berbagai tantangan dan upaya perkuat peran komponen polisi dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB di berbagai lokasi.

Hingga saat ini, Indonesia telah berkontribusi sebagai kontributor police peacekeeping sejak tahun 1989. Sebanyak 326 personil polisi Indonesia, termasuk 42 polisi perempuan, yang bertugas di enam misi pemeliharaan perdamaian PBB yaitu UNAMID, MINUSCA, MINUSCO, MINUSMA, UNMISS, and UNMHA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top