Menteri LHK Ungkap Terobosan Pemerintah Hadapi Karhutla di 2020

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 07 November 2019  |  00:47 WIB
Menteri LHK Ungkap Terobosan Pemerintah Hadapi Karhutla di 2020
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

Bisnis.com, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia.

Setelah karhutla 2015, pemerintah telah mengambil langkah koreksi besar-besaran yang efektif menekan karhutla di 2016-2018. Namun masih tingginya ancaman karhutla seperti di 2019, membuat pemerintah terus melakukan berbagai terobosan.

“Memasuki tahun 2020, pemerintah akan melakukan strategi pencegahan berbasis desa, mengintensifkan upaya pengendalian karhutla dan memperkuat aksi pencegahan di tingkat tapak,” ungkap Siti kepada media, Rabu (6/11/2019).

Dalam paparan yang juga disampaikan pada kalangan pengusaha saat Rakornas Kadin 2019 ini, Siti menerangkan untuk pencegahan berbasis desa, akan ada sinergisitas antara KLHK dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Desa (Kemendes), dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Untuk inventarisasi desa-desa rawan karhutla, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tidak hanya dengan mengandalkan sawit, mengembangkan penerapan teknologi pembukaaan lahan tanpa bakar (PLTB) dan mekanisasi pertanian.

Selain itu, perusahaan bidang kehutanan dan perkebunan diharuskan menjalankan kewajiban-kewajiban dalam pencegahan karhutla yang telah diatur oleh regulasi dan membantu masyarakat desa sekitar kawasannya untuk mengembangkan alternatif usaha perekonomian.

Untuk dukungan anggaran terkait pencegahan karhutla, selain dari dukungan pemerintah pusat (APBN), juga akan diperkuat melalui dana desa dan pemerintah daerah (APBD, DBH-DR).

Dalam catatan sejarah panjang karhutla, Indonesia pernah mengalami beberapa karhutla hebat di antaranya pada 1994 (5,9 juta hektare), 1997-1998 (11,8 juta hektare), 2006 (3,8 juta hektare), dan 2015 (2,6 juta hektare).

Siti menegaskan Indonesia berhasil menekan karhutla di tahun 2016 (438,3 ribu hektare) dan 2017 (165,4 ribu hektare), melalui langkah koreksi seperti penguatan sistem pengendalian karhutla, moratorium izin gambut, moratorium izin sawit, tata kelola ekosistem gambut, hingga pada penegakan hukum lingkungan.

Namun tantangan karhutla kembali meningkat di 2018 (510,5 ribu hektare) dan 2019 (857,7 ribu hektare hingga September).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
klhk

Editor : Herdiyan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top