Antisipasi Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Pangkas Ranting Pohon

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, BNPB menyebutkan bahwa peralihan musim kemarau ke musim hujan ditandai dengan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 November 2019  |  06:38 WIB
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Pangkas Ranting Pohon
Angin kencang disertai hujan deras, petir dan pohon tumbang melanda Kota Bogor, Kamis (6/12). - Dok. BNPB

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau supaya masyarakat memangkas ranting-ranting pohon di sekitar pekarangan rumah untuk mengantisipasi bahaya cuaca ekstrem yang terjadi akibat peralihan musim.

"Kita mewaspadai apabila terjadi angin kencang, sewaktu-waktu ranting atau pohon-pohon bisa tumbang sehingga membahayakan keselamatan," kata Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Selain menyarankan untuk melakukan peremajaan pohon, masyarakat juga diminta agar mengecek atap rumah berbahan genteng karena memasuki peralihan musim diperkirakan intensitas curah hujan akan tinggi.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peralihan musim kemarau ke musim hujan ditandai dengan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.

"Bisa saja hujannya disertai angin kencang dan petir yang terjadi secara tiba-tiba, ini perlu diantisipasi masyarakat salah satunya memastikan bangunan rumah dalam kondisi baik," kata Agus.

Kemudian, untuk mengantisipasi banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi, masyarakat juga didorong supaya membersihkan saluran air atau selokan di pekarangan rumah masing-masing.

Hal itu memang cukup sederhana, tetapi apabila tidak dilakukan masyarakat, terutama memasuki musim hujan, dapat menyebabkan penyumbatan saluran air sehingga terjadi banjir.

Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan peralihan musim kemarau ke musim hujan biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, masyarakat diminta supaya meningkatkan kewaspadaan.

"Fenomena ekstrem itu biasanya perubahan cuaca cepat, pagi hingga siang panas terik dan sore tiba-tiba hujan deras disertai petir," katanya.

Fenomena ekstrem tersebut, ujarnya, kadang berlangsung dalam durasi cukup singkat. Dampaknya dapat berupa hujan deras, banjir, hingga menyebabkan pohon tumbang dan lain sebagainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, bnpb, info cuaca

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top