SoftBank Ungkapkan Kerugian US$6,5 miliar dari Uber & WeWork

Dilansir melalui Bloomberg, investor terbesar Jepang itu melaporkan kerugian operasional kuartalan pertama dalam 14 tahun terakhir, mencapai sebesar US$6,5 miliar, setelah merunut serangkaian nilai investasi yang telah dilakukan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 November 2019  |  15:52 WIB
SoftBank Ungkapkan Kerugian US$6,5 miliar dari Uber & WeWork
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino

Bisnis.com, JAKARTA - Masayoshi Son akhirnya mengungkapkan kerugian dari taruhan perusahaannya, SoftBank Group Corp, di WeWork and Uber Technologies Inc.

Dilansir melalui Bloomberg, investor terbesar Jepang itu melaporkan kerugian operasional kuartalan pertama dalam 14 tahun terakhir, mencapai sebesar US$6,5 miliar, setelah merunut serangkaian nilai investasi yang telah dilakukan.

SoftBank mengucurkan biaya sebesar 497,7 miliar yen atau sebesar US$4,6 miliar untuk WeWork, perusahaan rintisan office-sharing yang sempat melambung dengan ide bisnis uniknya dan kini menjadi pemain mediocore di Silicon Valley.

Nilai kerugian tersebut, menimbulkan pertanyaan terkait pendekatan Son untuk membuat kebijakan investasi, apalagi miliarder tersebut tengah membangun rencana untuk menggalang lebih banyak dana, sekitar US$100 miliar, untuk Vision Fund.

Valuasi Uber dan WeWork yang menyusut, sebelumnya merupakan primadona bagi SoftBank, juga meningkatkan prospek terhadap writedown dalam portofolio Vision Fund. Mengingat eksposurnya yang tinggi terhadap bisnis yang memprioritaskan pertumbuhan di atas profitabilitas.

“Penanganan Son terhadap WeWork menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar tentang strategi investasinya yang perlu ditangani,” analis senior Jefferies Group Atul Goyal mengatakan sebelum laporan pendapatan SoftBank dirilis, dikutip melalui Bloomberg, Rabu (6/11/2019).

Dia menambahkan, bahwa risiko investasi gagal akan selalu ada di masa depan dan pasar mempertanyakan strategi Son berikutnya.

Kerugian operasional SoftBank mencapai 704,4 miliar yen sepanjang kuartal ketiga tahun ini.

Angka tersebut dengan mudah melampaui proyeksi analis rata-rata sebesar 230,8 miliar yen, dan dibandingkan dengan laba 705,7 miliar yen setahun sebelumnya.

Vision Fund, venture capital yang didirikan SoftBank dan satu-satunya investasi startup terbesar di dunia, melaporkan kerugian 970,3 miliar yen pada kuartal ketiga.

"88 investasi yang dilakukan melalui Vision Fund bernilai sekitar US$77,6 miliar, nilainya naik sebesar 9,8% secara relatif terhadap biaya mengakuisisi saham pada masing-masing entitas," ungkap SoftBank.

Perusahaan melaporkan kenaikan valuasi untuk 25 perusahaan, jumlah yang sama yang melihat penurunan nilainya.

SoftBank melaporkan 537,9 miliar yen kerugian belum direalisasi (unrealized losses) dalam deretan investasi yang dilakukan di Uber hingga WeWork.

Startup co-working, WeWork, bernilai sebesar US$7,8 miliar pada akhir September, turun drastis dari sekitar US$47 miliar pada Januari.

Akhir bulan lalu, WeWork mendapatkan paket bantuan dari SoftBank sebesar US$9,5 miliar dengan kesepakatan untuk menyerahkan 80% saham perusahaan kepada konglomerat Jepang itu.

Dana tersebut terpisah dari investasi sebesar US$10 miliar yang diinvestasikan oleh SoftBank dan Vision Fund untuk WeWork.

Kesepakatan itu mencakup US$5 miliar dalam pembiayaan baru dan percepatan komitmen eksisting sebesar US$1,5 miliar. SoftBank juga akan menawarkan untuk membeli sebanyak US$3 miliar saham dari pemegang saham eksisting.

Pendiri WeWork, Adam Neumann, meninggalkan dewan perusahaan sebagai bagian dari paket bantuan, digantikan oleh eksekutif SoftBank dan Direktur Eksekutif yang baru diangkat, Marcelo Claure.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
softbank

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top