Tiga Kegiatan Strategis Pemprov DKI dalam Kelola Sampah, Apa Saja?

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta diamanatkan untuk menyukseskan langkah strategis yang telah disusun Pemerintah DKI Jakarta agar menampilkan wajah baru pengelolaan sampah.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 06 November 2019  |  19:37 WIB
Tiga Kegiatan Strategis Pemprov DKI dalam Kelola Sampah, Apa Saja?
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta diamanatkan untuk menyukseskan langkah strategis yang telah disusun Pemerintah DKI Jakarta agar menampilkan wajah baru pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan bahwa Pemerintah DKI Jakarta sedang menjalankan peran city 4.0 dengan menyediakan platform bagi warga agar bisa berperan membangun kota dan bergerak bersama.

Di sisi lain, Andono melanjutkan, sesuai arahan Gubernur Anies Baswedan dinas terkait dan jajarannya sedang merealisasikan seluruh langkah strategis pengelolaan sampah yang lebih canggih.

Setidaknya terdapat tiga kegiatan strategis yang disebut Andono tengah dieksekusi.

“Setelah mengidentifikasi masalah pengelolaan sampah di DKI Jakarta, Gubernur merumuskan 3 Kegiatan Strategis Daerah [KSD] untuk menyelesaikan permasalahan menahun pengelolaan sampah di Jakarta secara komprehensif dan dari akar permasalahannya," katanya.

Strategi tersebut dirancang untuk menuntaskan masalah pengelolaan sampah baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Menurutnya, Gubernur menginisiasi program pengurangan sampah di sumber sampah dengan kegiatan sampah tanggung jawab bersama atau Samtama melalui RW-RW percontohan pengurangan sampah sejak di sumber sampah yang nantinya akan diduplikasi di RW se-Jakarta.

Kemudian pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), kampanye, dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai seperti menggunakan wadah daging kurban ramah lingkungan.

Hal itu juga terkait dengan pelaksanaan UU Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah yang mengusung paradigma baru pengurangan sampah sejak dari sumber sampah.

Strategi pengurangan sampah ini yang kami kembangkan dengan berkolaborasi bersama masyarakat, ujarnya.

Dengan strategi itu, sampah yang dihasilkan akan berkurang dan minim yang harus diangkut ke TPA untuk diolah, sehingga pembiayaan penanganan sampah berkurang.

Kemudian juga akan dilakukan sosialisasi, pembinaan , pendampingan, dan fasilitasi untuk membuat semakin banyak warga Jakarta yang mengurangi sampah sebagai outcome dari KSD Pengurangan Sampah.

Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta juga menjalin kerja sama dengan BPPT untuk membangun PLTSa yang sekarang sudah beroperasi. PLTSa akan melakukan penambangan sampah lama dari landfill untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif (Refused Derived Fuel) industri semen.

Bahan bakar alternatif dari sampah ini setara dengan nilai kalori batubara muda.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa manfaat TPST Bantargebang.

Pasalnya, jika tidak dilakukan langkah-langkah mitigasi, diperkirakan TPST Bantargebang akan penuh pada 2022.

Hasil dari KSD tersebut, lanjut Andono, adalah agar Ibu Kota tidak tergantung kepada TPA di luar Jakarta, sehingga memiliki WC di dalam rumah sendiri.

"Kami juga ditargetkan memiliki 4 unit ITF yang tersebar di dalam kota Jakarta," kata Andono.

ITF Pertama yakni di Sunter dengan kapasitas 2.200 tpd sampah yang sudah dilakukan ground breaking sejak tahun lalu.

Fasilitas itu ditargetkan dapat beroperasi pada 2022, sehingga TPST Bantargebang hanya akan menampung residu pengolahan sampah di dalam kota.

KSD tersebut merupakan solusi yang dirumuskan Gubernur Anies Baswedan atas permasalahan pengelolaan sampah Ibu Kota yang sudah dirasakan menahun tanpa solusi efektif untuk jangka panjang.

Pemerintah DKI Jakarta berusaha mengeksekusi KSD dan program-program tersebut untuk mewujudkan Wajah Baru Pengelolaan Sampah. Saat ini proses eksekusi KSD tersebut juga sudah berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI

Editor : Media Digital
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top