HBO Max Siap Masuki Pasar Layanan Streaming Berbayar

Dengan biaya langganan US$15 per bulan, ini adalah langkah agresif untuk menyaingi Netflix, Disney dan Apple.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  17:15 WIB
HBO Max Siap Masuki Pasar Layanan Streaming Berbayar
Emilia Clarke dalam Game of Thrones - Bloomberg/HBO

Bisnis.com, JAKARTA - AT&T Inc. dikabarkan akan merilis layanan streaming HBO Max pada Mei 2020 bersamaan dengan dimulainya musim baru serial Game of Thrones.

Dengan biaya langganan US$15 per bulan, ini adalah langkah agresif untuk menyaingi Netflix, Disney dan Apple.

Biaya langganan, yang diperkirakan lebih tinggi, cukup mengejutkan para analis keuangan dan investor saat menghadiri presentasi WarnerMedia pada Selasa (29/10/2019).

Dilansir melalui Reuters, HBO Max diperkirakan mencapai 75 juta hingga 90 juta pelanggan global pada tahun 2025, dengan sekitar 50 juta di antaranya berasal dari Amerika Serikat.

Layanan baru ini diharapkan menghasilkan sekitar US$5 miliar pendapatan di kawasan AS pada 2025.

Taruhannya tinggi untuk AT&T, yang kini dibebani dengan utang akuisisi senilai US$134 miliar untuk menggabungkan konglomerat media Time Warner dan penyedia TV satelit DirecTV dengan perusahaan telepon nirkabel AS yang memiliki jumlah pelanggan terbesar kedua di AS.

"Harga US$14,99 untuk HBO Max memberikan keseimbangan yang baik dengan tidak merugikan basis pendapatan HBO eksisting, sambil menyikapi lingkungan kompetitif dalam bisnis streaming," kata Sam Hendel, Presiden Levin Easterly Partners yang memiliki 3,5 juta saham di AT&T, dikutip melalui Reuters, Rabu (30/10/2019).

Hendel menambahkan bahwa penawaran konten HBO Max sangat menarik sehingga dia berharap akan diterima dengan baik oleh investor dan konsumen.

HBO, pelopor sistem konten berlangganan kelas atas, sedang mengejar ketinggalan di era streaming yang didominasi oleh Netflix.

Untuk bersaing, eksekutif di AT&T mengatakan perusahaan telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$4 miliar untuk konten tambahan HBO Max sampain dengan 2025.

Investasi ini jauh lebih kecil dari dana yang disiapkan saingan terbesarnya, Netflix Inc., yang telah mengalokasikan US$15 miliar dalam bentuk tunai untuk pengeluaran konten pada 2019.

Akan tetapi eksekutif AT&T dan WarnerMedia percaya bahwa mereka memiliki konten dan cara untuk memenangkan hati konsumen yang tidak puas dengan konten milik Apple Inc., Walt Disney Co., dan Amazon.com.

“Ini bukan Netflix. Ini bukan Disney. Ini adalah HBO Max yang unik," kata CEO AT&T Randall Stephenson.

CEO WarnerMedia John Stankey bulan ini mengatakan kepada Reuters bahwa HBO Max akan tersedia pada musim semi mendatang untuk 10 juta pelanggan AT&T eksisting, yang terdiri dari pelanggan nirkabel, TV satelit, dan sebagian HBO Now, di Amerika Serikat tanpa biaya tambahan.

Untuk mendapatkan pelanggan baru, eksekutif WarnerMedia mengatakan mereka akan memperkenalkan 88 judul serial produksi Warner pada 2021, 38 di antara dari HBO dan 50 lainnya merupakan konten "Max Originals" yang akan menargetkan audiens yang lebih muda.

Menurut seorang sumber, menjelang pengumuman ini, HBO membatalkan rilis prekuel yang sangat dinanti-nantikan untuk "Game of Thrones" yang dibintangi Naomi Watts.

Sebagai gantinya, eksekutif WarnerMedia mengumumkan 10 episode prekuel "Game of Thrones" baru yang diberi judul "House of Dragons."

WarnerMedia berharap bahwa dengan HBO Max, mereka dapat terus melayani inti bisnis HBO yang berusia 40 ke atas dan melakukan ekspansi untuk merangkul pemirsa yang lebih muda yang mungkin lebih nyaman streaming konten daripada membayar layanan TV kabel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film hollywood

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top