Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda NTT Tangkap Kades karena Menggantung dan Menyetrum Gadis

Polisi menangkap Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau yang diduga menggantung dan menyetrum seorang gadis remaja berusia 16 tahun atas perbuatan tindak pidana pencurian.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  13:37 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Antara
Ilustrasi. - JIBI/Antara
Bisnis.com, JAKARTA — Polisi menangkap Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau yang diduga menggantung dan menyetrum seorang gadis remaja berusia 16 tahun atas perbuatan tindak pidana pencurian.
 
Aksi main hakim sendiri yang dicontohkan Kepala Desa Babulu Selatan itu viral di media sosial dan dilakukan pada Senin 28 Oktober 2019 di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules A. Abast mengungkapkan Polres Belu telah menangkap 7 orang tersangka, termasuk Kepala Desa Babulu Selatan terkait peristiwa itu. Semua tersangka, menurut Jules, tidak melawan saat diamankan Kepolisian.
 
"Kepala Desa sudah ditangkap dan diamankan bersama yang lain di dalam video itu," tuturnya, Selasa (29/10).
 
Menurutnya, para tersangka kini tengah diperiksa intensif oleh Polres Belu untuk didalami sekaligus mencari pelaku penganiayaan dan persekusi lain di dalam video tersebut.
 
"Proses penyidikan masih berlangsung ya. Saat ini, semua pelaku sedang diperiksa intensif," katanya.
 
Para tersangka yang diamankan terkait perkara dugaan tindak pidana penganiayaan dan persekusi tersebut adalah Margareta Hoar, Endik Asa, Bene Bau, Domi Berek, Marsel Ulu dan Melkis Tes serta Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau yang mengikat serta menggantung korban.
 
 
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan anak kekerasan perempuan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top