Jabatan Ketua MUI Tak Dilepas Ma’ruf, Hanya Nonaktif

Ma’ruf Amin hanya dinonaktifkan hingga masa kepemimpinannya berakhir pada Musyawarah Nasional MUI pada 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  10:04 WIB
Jabatan Ketua MUI Tak Dilepas Ma’ruf, Hanya Nonaktif
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menyalami Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (4/10/2019). - ANTARA/Setwapres/Jeri Wongiyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Walaupun akan segera menjabat sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Joko Widodo, namun posisi Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak serta-merta dilepas.

Ma’ruf Amin hanya dinonaktifkan hingga masa kepemimpinannya berakhir pada Musyawarah Nasional MUI pada 2020. “Ada juga pihak-pihak yang menganggap itu menyimpang dari AD/ART, tapi setelah kami bahas itu tidak menyimpang,” kata Ma’ruf di rumahnya, Jalan Situbondo, Selasa (15/10), seperti dilansir Tempo.

Ia mengatakan bahwa alasannya tak melanggar AD/ART adalah karena ia mendapat jabatan politik setelah ia menjadi ketua umum. Menurutnya, yang dilarang adalah mencalonkan sebagai Ketua Umum MUI sambil menyandang jabatan politik.

Ma’ruf menyatakan akan mundur dari jabatan, namun tidak perlu buru-buru. Sesuai kesepakatan rapat pimpinan, menurutnya, semua sepakat dirinya tetap menjadi ketum hingga Munas MUI tahun depan

“Cuma karena tugas-tugas saya sebagai wapres maka saya ketum nonaktif dulu,” tuturnya.

Rapat pimpinan MUI pada Selasa, 15 Oktober, memutuskan bahwa Ma’ruf dinonaktifkan hingga Munas MUI pada 2020. Selama nonaktif, posisi Ma’ruf akan diisi oleh pelaksana tugas.

Ma’ruf Amin akan dilantik menjadi Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ma'ruf Amin

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top