Polri : JAD Jabar Rencanakan Serang Kantor Polisi dan Rumah Ibadah di Cirebon dan Bandung

Kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah cabang Jawa Barat sempat merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi dan rumah ibadah di Cirebon dan Bandung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  16:43 WIB
Polri : JAD Jabar Rencanakan Serang Kantor Polisi dan Rumah Ibadah di Cirebon dan Bandung
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polri terus melakukan mitigasi untuk mencegah terjadinya aksi terorisme di Tanah Air. 

Sementara itu, menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, Selasa (15/10/2019), kelompok teroris sempat merencanakan aksinya di dua kota Jawa Barat.

Menurut Dedi, kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) cabang Jawa Barat sempat merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi dan rumah ibadah di Cirebon dan Bandung.

Aksi tersebut berhasil ditangkal setelah Densus 88 Antiteror bergerak cepat dengan menangkap 11 tersangka teroris di Jawa Barat.

Tiga tersangka yakni RF, BA dan YF ditangkap di Cirebon. Kemudian pada Selasa, Densus 88 menangkap tersangka lainnya, yakni S dan LT, beserta barang bukti di antaranya buku dasar mikrologi, buku-buku kimia, buku tentang terorisme dan berbagai peralatan kimia dan bahan pembuatan bom.

"Bomnya sudah siap semuanya dan ada bom yang cukup canggih teknologinya dan untuk saudara LT sudah dipersiapkan sebagai suicide bomber," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta.

Dedi mengatakan, kelompok ini hendak menargetkan tempat ibadah dan Mako Polri di Cirebon sebagai sasaran pemboman.

Sementara di Bandung, Densus juga meringkus dua tersangka, yakni DP dan MNA, setelah sebelumnya Densus menangkap empat tersangka, yakni MRM, AA, JJ dan N.

Dari hasil pemeriksaan diketahui para anggota JAD Bandung ini merencanakan aksi teror di tempat ibadah dan Mako Polri di Bandung.

"(Kalau JAD) Cirebon hendak menggunakan suicide bomber, sedangkan JAD Bandung melakukan serangan dengan menggunakan beberapa senjata seperti senjata angin, airsoftgun, pisau dan beberapa senjata tajam untuk menyerang secara personal maupun di tempat-tempat yang saya sebutkan tadi," kata Dedi.

Saat ini Densus 88 terus bergerak melakukan upaya mitigasi maksimal untuk mencegah terjadinya aksi terorisme di beberapa wilayah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme, bom bunuh diri

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top