Selandia Baru Tingkatkan Anggaran Pemberantasan Konten Ekstrimis Online

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan akan meningkatkan pendanaan dan dukungan untuk memberantas konten ekstrimis online.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  12:53 WIB
Selandia Baru Tingkatkan Anggaran Pemberantasan Konten Ekstrimis Online
PM Selandia Baru Jacinda Ardern - Reuters/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan akan meningkatkan pendanaan dan dukungan untuk memberantas konten ekstrimis online.

Langkah ini diambil setelah adanya serangan terorisme di dua masjid di Christchurch pada Maret lalu. Serangan yang menewaskan 51 jemaah muslim itu disiarkan langsung di Facebook dan video penyerangan dibagikan di berbagai platform media sosial, seperti Twitter, YouTube, Whatsapp, dan Instagram.

Mengutip Reuters, Senin (14/10/2019), Ardern mengatakan pemerintah telah menginvestasikan  17 juta dolar  Selandia Baru (US$10,73 juta) selama empat tahun untuk meningkatkan kemampuan Selandia Baru dalam menemukan, menghentikan, dan memberantas konten teroris dan kekerasan ekstremis online secara cepat.

Investasi itu akan digunakan untuk meningkatkan pekerjaan investigasi, forensik, intelijen, dan pencegahan oleh Departemen Dalam Negeri.

Tim baru beranggotakan 17 orang dibentuk untuk menangani konten-konten ekstrimis. Kekuatan departemen baru termasuk menyelidiki dan menuntut mereka yang melakukan pelanggaran melalui deteksi proaktif dan bekerja dengan mitra internasional dan domestik, tambahnya.

"Dunia online kita harus menjadi kekuatan untuk kebaikan di mana kita dapat bertukar ide, berbagi teknologi, dan mempertahankan kebebasan sipil, sambil melindungi warga Selandia Baru dari konten yang tidak menyenangkan," kata Ardern.

"Melawan ekstremisme kekerasan online adalah bagian penting dari respons kami terhadap serangan teroris 15 Maret," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
selandia baru

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top