Sri Mulyani : Pemahaman Keberagaman Jangan Sekadar Lip Service 

Semboyan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia dinilai masih belum diimplementasikan dengan benar.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  13:59 WIB
Sri Mulyani : Pemahaman Keberagaman Jangan Sekadar Lip Service 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat peluncuran MPN G3 dengan mengangkat tema APBN Bisa Digital di Jakarta, Jumat (23/8 - 2019). (Foto: Kemenkeu)

Bisnis.com,  DEPOK -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai toleransi akan keberagaman seharusnya dapat dipraktikkan dengan baik sehingga tidak berakhir menjadi lip service belaka. 
 
Sri Mulyani menegaskan keberagaman tidak hanya sekedar perbedaan gender, ras, maupun agama. Di setiap lingkungan, ada jenis-jenis pemaknaan keberagamaan yang berbeda. 
 
Di Indonesia misalnya, ada beragam dari sisi budaya, agama, ras, maupun etnis. Namun, dalam satu organisasi, contohnya saat dia bekerja di Bank Dunia, keberagaman terlihat dari status jabatan hingga latar belakang pendidikan. 
 
Menurut Sri Mulyani, Indonesia telah memiliki konsep mengenai keberagaman sejak negara tersebut berdiri, yakni lewat semboyan Bhineka Tunggal Ika. Semboyan tersebut telah didoktrin sejak kecil tetapi konsistensi akan implementasi semboyan tersebut sangat tidak mudah dilakukan. 
 
"Indonesia jika bicara perbedaan lebih ke lip service, kita punya Bhinneka Tunggal Ika, didoktrin sejak kecil tetapi tidak mudah untuk konsistensi implementasi," ucapnya saat mengisi paparan Mini Symposium : Diversity & Healthy Relationship di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (12/10/2019).
 
Untuk memahami keberagaman, lanjut Sri Mulyani, hal tersebut harus dialami langsung dan tidak hanya dibicarakan. Namun, saat ini, dengan banyaknya lembaga pendidikan ekslusif, pemahaman akan toleransi keberagaman menjadi menurun. 
 
Pendidikan yang ekslusif dengan hanya terdiri atas sekelompok orang dengan latar belakang serupa justru dinilai tidak akan mengajarkan toleransi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri mulyani, toleransi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top