Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Budi Gunawan: Pelaku Penusukan Wiranto dari Kelompok JAD

Kepala Badan Intelejen Negara Jenderal Budi Gunawan memastikan pelaku penusukan Menko Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Banten merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah alias JAD.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:39 WIB
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Intelejen Negara Jenderal Budi Gunawan memastikan pelaku penusukan Menko Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Banten merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah alias JAD.

Budi Gunawan menyebut pelaku yang diketahui bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara ini pindah dari Kediri ke Bogor tiga bulan lalu. Setelah itu tersangka pindah ke Menes, Banten karena cerai dengan istri pertama.

"Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD khususnya JAD Bekasi. Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan lalu pindah dari Kediri ke Bogor dari Bogor pindah ke Menes. karena cerai dengan istri pertama. Di Menes nikah lagi," katanya di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (10/10/2019).

BG mengatakan sel JAD sudah cukup banyak sehingga pihaknya mengimbau agar masyarakat turut memantau jaringan ini. Selain BIN, Densus 88 juga sudah bergerak mendalami kejadian tersebut serta memburu kelompok tersebut.

"Dalam waktu bersamaan Satgas Densus 88 dan tim sedang kembangkan untuk ambil yang lain. Ini ada kaitannya dengan yang merencanakan bom 5 orang di Bekasi," terangnya.

Budi Gunawan tidak menampik adanya peningkatan aksi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok ekstrimis. Terlebih beberapa sepuluh hari ke depan, pemerintah akan melakukan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wiranto
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top