Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wiranto Ditusuk, Pejabat Diminta Perhatikan Pengamanan di Lapangan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten. Menteri terkena dua sayatan di sekitar perut.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:35 WIB
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten. Menteri terkena dua sayatan di sekitar perut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nasir Djamil mengucap rasa belasungkawa. Dia berharap Wiranto tidak mengalami luka serius.

“Penusukan terhadap pejabat negara itu menunjukkan bahwa standar operasional pengamanan tidak dijalankan sebagaimana mestinya,” katanya melalui pesan instan, Kamis (10/10/2019).

Djamil yang merupakan anggota legislatif bidang hukum, pengamanan, dan pertahanan periode 2014—2019 menjelaskan bahwa pelaku harus diproses secara hukum. Motif dia melakukan itu harus segera diketahui.

Pemerintah juga diminta mengusut kasus penusukan secara profesional. Dari situ, nanti akan ketahuan apakah prosedur pengamanan terhadap pejabat negara telah dilakukan sesuai standar atau tidak.

“Saya berharap agar pejabat-pejabat di pemerintahan memperhatikan pengamanan saat melakukan kunjungan lapangan,” jelasnya.

Djamil menuturkan bahwa sangat disayangkan pejabat sekelas menteri bisa mengalami teror seperti itu.

“Karena itu, wajib dievaluasi dan diambil tindakan hukum yang tegas kepada tim pengamanan yang melekat kepada Menko Polhukam tersebut,” ucapnya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wiranto dpr
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top