Twitter Akui Data Pengguna 'Tak Sengaja' Digunakan untuk Iklan

Situs micro-blogging tersebut menyatakan telah memperbaiki masalah ini sejak 17 September lalu. Namun, mereka tidak mengungkapkan berapa banyak pengguna yang terkena dampak.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:06 WIB
Twitter Akui Data Pengguna 'Tak Sengaja' Digunakan untuk Iklan
Twitter - reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Twitter Inc menyatakan bahwa alamat email dan nomor telepon yang diunggah oleh pengguna untuk memenuhi persyaratan keamanannya, mungkin 'secara tidak sengaja' digunakan untuk tujuan periklanan.

Mengutip Reuters, Rabu (9/10/2019), situs micro-blogging tersebut menyatakan telah memperbaiki masalah ini sejak 17 September lalu. Namun, mereka tidak mengungkapkan berapa banyak pengguna yang terkena dampak.

"Kami tidak bisa menyebutkan dengan pasti berapa banyak orang yang terdampak hal ini, tetapi dalam upaya untuk transparan, kami ingin semua orang mengetahuinya," demikian pernyatan Twitter dalam postingan di laman pusat bantuannya.

Twitter menjelaskan ketika pengiklan mengunggah daftar pemasaran mereka, daftar itu mungkin telah dicocokkan dengan data pengguna di platform Twitter berdasarkan email atau nomor telepon yang disediakan oleh pemegang akun.

Mereka mengatakan bahwa tdak ada data pribadi yang dibagikan kepada partner Twitter atau kepada pihak ketiga. Twitter menambahkan pihaknya tidak lagi menggunakan nomor telepon atau alamat email yang dikumpulkan untuk tujuan keamanan atau keamanan untuk iklan.

"Kami sangat menyesal ini terjadi dan mengambil langkah untuk memastikan kami tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi," tulis Twitter.

Adapun sejumlah perusahaan media sosial, termasuk Twitter dan Facebook, belakangan mendapat sorotan dari pengguna dan regulator secara global tentang bagaimana platform mereka menangani data pengguna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
twitter

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top