Trump Tunjuk Trey Gowdy Bantu Lawan Penyelidikan Impeachment

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Trey Gowdy untuk bekerja dengan tim Gedung Putih memerangi penyelidikan pemakzulan terhadap dirinya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  07:43 WIB
Trump Tunjuk Trey Gowdy Bantu Lawan Penyelidikan Impeachment
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS/Carlos Barria

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Trey Gowdy untuk bekerja dengan tim Gedung Putih memerangi penyelidikan pemakzulan terhadap dirinya.

Dilansir dari Bloomberg, sumber yang mengetahui informasi ini mengatakan Gowdy tidak secara resmi bergabung dengan staf Gedung Putih, menurut orang-orang.

Mantan jaksa penuntut dari South Carolina berada di Gedung Putih pada hari Selasa, sebelum surat setebal delapan halaman dikeluarkan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan bahwa Trump dan pemerintah tidak akan berpartisipasi dalam penyelidikan impeachment.

Nama Gowdy terkenal saat dia memimpin panel DPR khusus yang menyelidiki serangan terhadap pos diplomatik AS di Benghazi, Libya, saat Hillary Clinton menjabat sebagai menteri luar negeri.

Investigasi selama dua tahun tersebut berakhir pada Juni 2016 tanpa membuktikan perilaku kriminal atau perbuatan tidak benar oleh pejabat pemerintahan Obama. Penyelidikan itu diejek oleh Demokrat sebagai aksi politik yang dimaksudkan untuk merusak kampanye Hillary.

Sebagai anggota Komite Intelijen DPT, Gowdy juga membantu mengelola penyelidikan terhadap upaya Rusia untuk mempengaruhi pemilu 2016.

Pada 2012, selama penyelidikan lain oleh DPT yang dipimpin Partai Republik, pemerintahan Obama meminta hak eksekutif untuk dokumen dan panggilan pengadilan.

Menurut sebuah artikel Voice of America, menjawab bahwa gagasan penahanann informasi dan dokumen dari Kongres adalah suatu tindakan yang salah.

Awal tahun lalu, Gowdy mengumumkan bahwa ia tidak akan maju dalam pemilihan kursi Dewan Carolina Selatan.

"Keterampilan apa pun yang saya miliki mungkin lebih baik digunakan di ruang sidang daripada di Kongres, dan saya menikmati sistem peradilan kami lebih dari sistem politik," katanya saat itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top