KPK Ingatkan Rizal Djalil Hadiri Pemeriksaan Penyidik Hari Ini

Adapun Rizal tak hadir pada pemanggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka yang dijadwalkan pada Senin (7/10/2019) lalu.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  10:12 WIB
KPK Ingatkan Rizal Djalil Hadiri Pemeriksaan Penyidik Hari Ini
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara (kedua kiri) bersama Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar (kiri) dan anggota IV BPK Rizal Djalil (kedua kanan) meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan seusai menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2017, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil.

Mantan politikus PAN itu dipanggil hari ini sebagai penjadwalan ulang terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Kementerian PUPR tahun anggaran 2018.

Adapun Rizal tak hadir pada pemanggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka yang dijadwalkan pada Senin (7/10/2019) lalu. 

"Sebagai penjadwalan ulang diagendakan pemeriksaan terhadap tersangka anggota BPK RI [Rizal Djalil]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (9/10/2019).

KPK mengingatkan agar Rizal dapat menghadiri pemanggilan penyidik KPK guna mendalami kontruksi perkara dugaan suap yang melibatkan dirinya.

"Jadi kami harap yang bersangkutan bisa datang, karena sudah dijadwalkan ulang dari rencana pemeriksaan sebelumnya," ujar Febri.

Dalam pengembangan kasus SPAM, Rizal Djalil diduga menerima suap sebesar 100 ribu dolar Singapura dari Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta.

Rizal diduga menerima suap untuk membantu perusahaan PT Minarta Dutahutama agar mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar di Kementerian PUPR. 

KPK menduga pemberian uang kepada Rizal melalui seorang perantara. Leonardo sebelumnya menjanjikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura.

Namun, uang tersebut pada akhirnya diserahkan pada Rizal Djalil melalui salah satu pihak keluarga dengan jumlah SG$100 ribu dan pecahan 1.000 ribu dolar Singapura atau 100 lembar di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Perkara proyek SPAM ini berawal dari OTT yang dilakukan KPK pada 28 Desember 2018 dan mengamankan uang senilai Rp3,3 miliar, SG$23.100, dan US$3.200 atau total sekitar Rp3,58 miliar, dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Sejauh ini, delapan orang yang sebelumnya dijerat KPK telah dijebloskan ke penjara dengan masa hukuman bervariasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, bpk

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top