Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebarnya Jurang si Kaya dan si Miskin Jadi PR Kabinet Jokowi - Ma'ruf

Periode kedua pemerintahan Joko Widodo diharapkan mampu mengurangi jurang antara si kaya dan si miskin.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:27 WIB
Pemukiman kumuh. - Bisnis/Nurul Hidayat
Pemukiman kumuh. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Periode kedua pemerintahan Joko Widodo diharapkan mampu mengurangi jurang antara si kaya dan si miskin.

Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto menuturkan bahwa rasio jurang si kaya dan si miskin di Indonesia sangat lebar. Saat ini satu persen keluarga di Indonesia menguasai 50 persen kekayaan.

"Jika dinaikan jadi 10 persen keluarga maka ini menguasai 70 persen [kekayaan nasional]. Artinya, 90 persen penduduk memperebutkan 30 persen sisanya. Itu yang perlu dikoreksi," kata Bambang di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya ketimpangan absolut ini secara rasio sudah menyentuh angka 0,39. Dengan rasio ini, Indonesia menjadi negara keempat di dunia dimana kesenjangan antara kaya dan miskin sangat lebar. Pada peringkat pertama diduduki oleh Rusia, disusul India dan negara ketiga adalah Thailand.

"Pada waktu terjadi keributan di timur tengah [The Arab Spring], angka kesenjangan 0,35. Kita itu di 0,39, jadi kita ada potensi untuk terjadi ketidakharmonisan [akibat kesenjangan kekayaan]. Ini nyata sekali di Indonesia antara yang miskin dan kaya," katanya.

Bambang menambahkan gesekan ketidakharmonisan akibat kesenjangan ini dapat dengan mudah tersulut karena Indonesia merupakan negara majemuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angka kemiskinan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top