Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Balistik Tipe Baru

Korea Utara mengklaim telah berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM) tipe terbaru. Keberhasilan ini dianggap sebagai fase baru kemampuan pertahanan Pyongyang.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  11:32 WIB
Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Balistik Tipe Baru
Penampakan pengujian peluncuran roket super besar di Korea Utara dalam foto tak bertanggal dirilis pada 10 September 2019 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara mengklaim telah berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM) tipe terbaru. Keberhasilan ini dianggap sebagai fase baru kemampuan pertahanan Pyongyang.

Kantor berita Korea Utara KCNA, seperti dikutip dari Reuters, Jumat  (4/10/2019), melaporkan bahwa tipe terbaru SLBM yang disebut Pukguksong-3 ditembakkan dalam mode vertikal di perairan kota timur Wonsan.

“Kesuksesan uji coba penembakan tipe SLBM baru menjadi sangat penting karena mengantarkan fase baru dalam menangkal ancaman dari luar kepada DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) dan semakin memperkuat militernya untuk pertahanan diri,” tulis KCNA.

KCNA juga menyebut bahwa uji coba tersebut tidak memberikan dampak buruk terhadap keamanan negara-negara tetangga.

Para analis menilai Pukguksong-3 tampaknya menjadi desain baru yang jangkauan dan stabilitasnya meningkat dibandingkan dengan versi yang diuji pada 2016.

Pada Rabu, militer Korea Selatan mengatakan rudal itu terbang sejauh 450 km (280 mil) dan mencapai ketinggian 910 km (565 mil).

Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo mengatakan Pukguksong diestimasikan memiliki jangkauan sekitar 1.300 km (800 mil) pada lintasan standar.

Adapun Korea Utara menembakkan tersebut hanya beberapa jam setelah mengumumkan akan melanjutkan pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat dengan mengadakan negosiasi pada 5 Oktober 2019.

Langkah Korut tersebut mengundang keprihatinan dan kecaman dari Korea Selatan dan Jepang. Peluncuran rudal ini disebut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, nuklir korea utara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top