Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Kenakan Tarif Baru untuk Perlengkapan Dapur Asal China

Konflik perdagangan AS dengan China mulai menyasar produk wastafel dapur, bahkan termasuk lemari dapur setelah Washington mengumumkan putaran tarif baru yang cukup tinggi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  08:13 WIB
Ilustrasi produk buatan China - Istimewa
Ilustrasi produk buatan China - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik perdagangan AS dengan China mulai menyasar produk wastafel dapur, bahkan termasuk lemari dapur setelah Washington  mengumumkan putaran tarif baru yang cukup tinggi.

Produk lemari kayu dan meja rias yang diimpor dari China senilai US$4,4 miliar akan dikenakan tarif impor tambahan karena masuk ke pasar Amerika Serikat dengan harga di bawah kewajaran, menurut Departemen Perdagangan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (4/10/2019).

Eksportir China akan dikenakan tarif 28,7 persen hingga 251,6 persen, menurut Departemen Perdagangan dalam keputusan awalnya.

Impor lemari dapur dikenakan pada 8 Agustus setelah Departemen Perdagangan memutuskan produsen China menerima subsidi pemerintah.

Pengumuman terbaru adalah satu dari serangkaian tindakan yang dilakukan Departemen Perdagangan terhadap banyak lini produk. Biasanya pengenaan tarif itu atas permintaan perusahaan Amerika Serikat yang mengaku dirugikan oleh impor dari China atau mitra dagang lainnya. 

Sebagai contoh, kasus produk lemari dapur yag diluncurkan pada Maret lalu oleh kelompok perdagangan yang disebut American Kitchen Cabinet Alliance. Produk tersebut mulai terancam oleh perusahaan termasuk Dalian Meisen Woodworking, Ancientree Cabinet dan Rizhao Foremost Woodwork Manufacturing.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat perang dagang AS vs China
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top