Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejagung Serahkan Kasus Karhutla ke Masing-Masing Kejati

Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak akan mengambil alih perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi di sejumlah daerah.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  15:17 WIB
Jaksa Agung H.M. Prasetyo : Beberapa korporasi negara tetangga jadi tersangka Karhutla - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Jaksa Agung H.M. Prasetyo : Beberapa korporasi negara tetangga jadi tersangka Karhutla - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak akan mengambil alih perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi di sejumlah daerah.

Jaksa Agung H.M Prasetyo mengatakan perkara karhutla itu akan ditangani sesuai dengan locus delicti di masing-masing daerah.

Menurut Prasetyo, hingga saat ini kasus karhutla itu belum ada yang dilakukan pelimpahan tahap dua oleh Kepolisian, masih proses penyidikan.

"Belum ada yang tahap dua ya. Kalau sudah ada, kami akan segera siapkan untuk dilimpahkan ke Pengadilan," tuturnya, Jumat (4/10/2019).

Prasetyo mengklaim dirinya sudah memerintahkan seluruh Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tuntutan tambahan terhadap tersangka korporasi pada kasus karhutla.

Hingga saat ini, Prasetyo mengatakan Kejaksaan baru menerima 171 berkas perkara karhutla yang terdiri dari tersangka korporasi dan perorangan di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Mungkin jumlah tersangkanya bisa bertambah lagi nanti, karena penyidik dari Polri kan masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karhutla jaksa agung
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top