Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jika Ada Oknum KLHK Terlibat Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Akan Lakukan Ini

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri akan menyelidiki jika ada dugaan keterlibatan oknum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  16:17 WIB
Foto udara Jalan Lintas Jambi-Tanjungjabung Timur yang diselimuti kabut asap karhutla di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Minggu (22/9/2019). Kabupaten Muarojambi masih diselimuti kabut asap karhutla yang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir, sementara upaya pemadaman dari sejumlah pihak masih terus diupayakan. - Antara
Foto udara Jalan Lintas Jambi-Tanjungjabung Timur yang diselimuti kabut asap karhutla di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Minggu (22/9/2019). Kabupaten Muarojambi masih diselimuti kabut asap karhutla yang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir, sementara upaya pemadaman dari sejumlah pihak masih terus diupayakan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri akan menyelidiki jika ada dugaan keterlibatan oknum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra mengungkapkan penyidik akan memanggil siapa pun yang diduga terlibat dalam perkara karhutla di Indonesia untuk diminta keterangan. 

Menurut Asep, jika ada temuan dari tim penyidik Bareskrim Polri yang mengarah ke oknum KLHK, Polri akan berkoordinasi dengan KLHK untuk mengungkap perkara itu.

"Jika [pemangilan] itu diperlukan, maka kami akan koordinasi dengan KLHK untuk lebih lanjutnya," tutur Asep, Kamis (3/10/2019).

Asep berpandangan bahwa segala regulasi yang ada terkait hutan dan lahan dewasa ini harus memiliki pengawasan yang ketat. Sehingga, menurut Asep, ke depan tidak ada lagi perkara karhutla yang merugikan banyak orang.

"Jadi jangan ada regulasi tanpa pengawasan ya. Itu penting pengawasan, kewajiban harus dilakukan," kata Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karhutla klhk
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top