Tensi Politik Makin Panas, Bamsoet dan Airlangga Gencatan Senjata

Para calon ketua umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto, sepakat untuk tak saling serang satu dalam waktu dekat. Kondisi di Indonesia yang sangat panas jadi salah satunya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 September 2019  |  11:52 WIB
Tensi Politik Makin Panas, Bamsoet dan Airlangga Gencatan Senjata
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Para calon ketua umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto, sepakat untuk tak saling serang satu dalam waktu dekat. Kondisi di Indonesia yang sangat panas jadi salah satunya.

Bambang (Bamsoet) mengatakan bahwa menenangkan keadaan juga diperlukan di internal partai karena, sebentar lagi ada pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019—2024 dan presiden serta wakil presiden terpilih.

“Kemarin saya dan Airlangga sudah bertemu dan sepakat menurunkan tensi politik di internal Partai Golkar, mengurangi ketegangan, dan menghindari perpecahan di internal partai. Kami siap menanggalkan ego dan kepentingan masing-masing guna mendukung serta mensukseskan agenda-agenda besar di tanah air dan jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dalam lima tahun ke depan,” kata Bamsoet melalui pesan instan, Sabtu (28/09/19). 

Bamsoet menjelaskan bahwa sebagai partai politik tertua dan terbesar di Indonesia, kondisi yang terjadi di internal Golkar turut mempengaruhi kondisi politik nasional. Karenanya, kekuatan Partai Golkar tak boleh tercerai berai dan harus dikonsolidasikan demi kesuksesan pemerintahan Jokowi-Amin.

“Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Karenanya, Golkar memiliki tanggungjawab untuk tetap menjaga soliditas dalam menciptakan stabilitas politik nasional. Kami berdua sepakat bekerjasama mengembalikan kejayaan dan kekuatan Partai Golkar agar bisa maksimal membantu jalannya roda pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin,” jelasnya.

Ketua DPR ini menuturkan bahwa kehadiran Golkar sangat diperlukan dalam menjaga hubungan DPR dengan pemerintah. Terlebih saat ini Partai Golkar merupakan peringkat kedua dalam perolehan kursi di DPR.

“Kiprah Partai Golkar sebagai partai karya kekaryaan sangat dinantikan sejak awal periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Karena itu, kekuatan Partai Golkar harus dikonsolidasikan sejak sekarang, begitu pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dilantik, Partai Golkar sudah tancap gas mendorong keberhasilan pemerintahan. Tidak lagi sibuk menghidupkan mesin, apalagi sibuk bertikai di rumah sendiri,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, partai golkar, Bambang Soesatyo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top