Gempa Ambon: BNPB Kirimkan Logistik dan Minta Pengungsi Kembali ke Rumah

Masih banyak ditemui di lapangan, warga yang memilih untuk tinggal di tenda. Mereka masih khawatir untuk tinggal di dalam rumah meskipun rumahnya tidak rusak
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 27 September 2019  |  13:32 WIB
Gempa Ambon: BNPB Kirimkan Logistik dan Minta Pengungsi Kembali ke Rumah
Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik dengan kekuatan M6,5 tersebut akibat aktivitas sesar aktif lokal. - ANTARA/Izaac Mulyawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badana Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik bagi korban gempa Ambon, Maluku.

Bantuan yang telah dikirimkan meliputi 149 lembar matras, 200 paket perlengkapan keluarga 200, 500 lembar selimut dan 500 paket sandang.

Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pejabat daerah setempat pascagempa M 6,5 yang terjadi pada Kamis (26/9). Selain itu, Doni memastikan penanganan darurat, khususnya korban luka dan terdampak, berjalan dengan baik.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu mendapatkan informasi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh pada informasi palsu yang tiak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Doni melalui keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Doni juga meminta kepada pemerintah daerah setempat, BMKG, TNI dan Polri agar intensif menyosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah mereka.

"Masih banyak ditemui di lapangan, warga yang memilih untuk tinggal di tenda. Mereka masih khawatir untuk tinggal di dalam rumah meskipun rumahnya tidak rusak," katanya.

Dampak gempa

Sejumlah pasien menjalani perawatan di dalam tenda darurat di teras RSUD Haulussy, Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). Sejumlah pasien kini menjalani perawatan di tenda-tenda yang dibangun di pelataran halaman parkir rumah sakit pascagempa bumi dengan kekuatan M6,5. (ANTARA/Izaac Mulyawan)

Doni yang didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail meninjau beberapa tempat di wilayah terdampak. Kunjungan dimulai dari tenda pengungsian mandiri yang berada di Kampus Darussalam, Kabupaten Maluku Tengah. Di titik ini, TNI mendirikan rumah sakit lapangan.

Selanjutnya rombongan meninjau RSUD dr. H. Ishak Umarella yang terletak di kabupaten yang sama. Rumah sakit ini tidak dapat difungsikan karena adanya keretakan pada dinding bangunan. Mengantisipasi dampak buruk, pasien telah ditempatkan di tenda-tenda di sekitar rumah sakit.

Selanjutnya, Doni menuju ke Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Desa ini menjadi salah satu desa terdampak paling parah saat gempa.

BNPB sendiri telah mengirimkan personel untuk mendukung penanganan darurat pascagempa. Selain itu, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan ke lokasi terdampak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top