Soal Tudingan Ambulans Bawa Batu, Petugas PMI Sempat Dipukul Oknum Aparat

Saat tim medis ambulans PMI Jakarta Timur memberikan pertolongan pertama pada korban kerusuhan, tiba-tiba ada sweeping dari oknum Anggota Brimob dan membuka paksa ambulans, memukul-mukul dan menarik paksa keluar pasien.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 26 September 2019  |  16:55 WIB
Soal Tudingan Ambulans Bawa Batu, Petugas PMI Sempat Dipukul Oknum Aparat
Konsentrasi massa pendemo di DPR terlihat di sekitar lintasan rel sebidang dekat Stasion Palmerah Jakarta Barat pada Rabu 25 September 2019. - Bisnis/Dioniso Damara

Bisnis.com, JAKARTA - Palang Merah Indonesia menjelaskan kronologi tudingan ambulans membawa batu dan bensin hingga kekerasan yang dialami petugas kesehatan saat terjadi kerusuhan, Rabu (26/9/2019).

Kepala Markas PMI E. Komalasari menceritakan kejadian itu berlangsung pada pukul 23.30 WIB di lobby menara BNI, Pejompongan, Jakarta. Ambulans PMI Kota Jakarta Timur bertugas memberi pelayanan kesehatan di lokasi demonstrasi.

Pelayanan ini dilakukan bersama dengan ambulans gawat darurat dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota se-DKI Jakarta.

"Pada saat tim medis ambulans PMI Jakarta Timur sedang memberikan pertolongan pertama pada korban kerusuhan, tiba-tiba ada sweeping dari oknum Anggota Brimob dan membuka paksa ambulans, memukul-mukul dan menarik paksa keluar pasien," kata Komalasari, Kamis (26/9/2019).

Petugas ambulans tidak mengetahui bagaimana nasib pasien saat di luar ambulans. Dia menyebut aparta Brimob beralasan mencari batu dan bensin yang disimpan dalam ambulans untuk pendemo.

Komalasari menyebutkan oknum Brimob sempat melayangkan pukulan dengan tongkat kayu kepada semua tim medis PMI yang ada di dalam ambulans.

"Petugas PMI terkena pukulan di bagian kepala bahkan dialami oleh salah satu perawat kami yang jatuh tersungkur ke belakang stretcher karena didorong dan kemudian diinjak oleh salah satu oknum anggota Brimob," jelas Komalasari.

Kaca mobil belakang ambulans PMI Kota Jakarta Timur dipecah dan dirusak oknum tersebut. 

"Ada beberapa [petugas] yang ditarik oleh Marinir justru diselamatkan ke belakang gedung. Setelah itu ambulans jalan diarahkan ke Polda," sebut Komalasari.

Kronologi itu disampaikan Komalasari dalam laporan kronologi. Di akhir laporan dia menyebut penjelasan itu dibuat sesuai dengan pernyataan salah satu perawat PMI Kota Jakarta Timur sebagai saksi hidup yang mengalami kekerasan dan perusakan terhadap ambulans PMI Jaktim.

Adapun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut batu yang ditemukan aparat Brimob di dalam mobil merupakan milik perusuh yang sempat berusaha berlindung di dalam ambulans. Walhasil aparat sempat menduga mobil kesehatan turut membawa logistik batu dan bensin.

"Dia [perusuh] itu mencari perlindungan masuk ke mobil PMI membawa batu dan ada kembang api juga. Jadi dia masuk ke mobil, dia bawa dusnya [berisi batu dan bensin]. Jadi anggapan dari Brimob ini diduga mobil ini digunakan untuk untuk perusuh, tapi bukan," kata Argo saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (26/9/2019) siang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo, pmi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top