Ulang Tahun Ke-70, Xi Jinping Resmikan Bandara Termahal di China

Pemerintah China meresmikan bandara multimiliar dolar baru, Daxing International Airport, pada hari Rabu (25/9/2019).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 September 2019  |  14:20 WIB
Ulang Tahun Ke-70, Xi Jinping Resmikan Bandara Termahal di China
Presiden China Xi Jinping menghadiri upacara peresmian Bandara Internasional Daxing yang baru di aula terminalnya menjelang peringatan berdirinya Republik Rakyat China ke-70 di Beijing, China, 25 September 2019. - Reuters

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah China meresmikan bandara multimiliar dolar baru, Daxing International Airport, pada hari Rabu (25/9/2019).

Peresmian ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Proyek bandara dengan investasi 450 miliar yuan atau US$63 miliar selesai dalam waktu kurang dari lima tahun.

Bandara baru ini akan memberikan dorongan untuk pertumbuhan infrastruktur di tengah perlambatan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade yang menghantam China akibat perang dagangnya dengan Amerika Serikat (AS).

Peresmian bandara dihadiri langsung oleh Presiden Xi Jinping serta Kepala Perencana Negara He Lifeng dan Wakil Perdana Menteri Han Zheng, berpartisipasi.

Bandara yang berbentuk seperti burung phoenix tersebut memiliki kode PKX dan berlokasi di bagian selatan Beijing.

Bandara Internasional Daxing ini akan mengurangi beban di bandara eksisting Capital International Airport yang kapasitasnya telah maksimal dan sering kali menyebabkan keterlambatan.

 Para jurnalis berjalan di aula terminal setelah upacara peresmian Bandara Internasional Daxing menjelang peringatan berdirinya Republik Rakyat China ke-70 di Beijing, China pada 25 September 2019. /Reuters

Bandara Internasional Daxing ini didesain oleh arsitek kelahiran Iraq Zaha Hadid. Bandara modern tersebut memiliki empat runway dan mampu melayani 72 juta penumpang per tahun pada 2025 yang kemungkinan dapat mencapai 100 juta penumpang.

China berencana membangun Daxing menjadi hub aviasi global karena negara ini diperkirakaan akan melampaui AS sebagai pasar aviasi terbesar di dunia pada 2022.

Daxing berjarak sekitar 46 km dari Lapangan Tiananmen atau hampir dua kali jarak dari bandara eksisting ke Beijing.

Bandara ini juga akan mengakomodasi penumpang dari daerah Hebei dan Tianjin karena telah dihubungkan oleh jaringan kereta api, metro, dan bus antar kota.

Bahkan, kereta ekspres dari bandara hanya akan memakan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai selatan Beijing.

China Southern Airlines dan China Eastern Airlines akan menjadi maskapai utama di Daxing, bersama sekitar 50 maskapai asing, antara lain British Airways and Finnair yang berencana memindahkan operasinya dalam beberapa kuartal ke depan.

Adapun, maskapai pelat merah Air China mendapatkan 10 persen dari total kapasitas Daxing.

Sementara itu, China Southern dan China Eastern masing-masing akan mendapatkan 40 persen kapasitas dari bandara internasional tersebut. Rencananya, relokasi semua maskapai akan selesai pada musim dingin 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, xi jinping

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top