Audit BPK Atas Garuda : Sejak Awal Kerja Sama dengan Mahata Janggal

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit terkait dengan pengelolaan pendapatan 2018 pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 21 September 2019  |  21:22 WIB
Audit BPK Atas Garuda : Sejak Awal Kerja Sama dengan Mahata Janggal
Pesawat Garuda Indonesia - Bisnis.com/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit terkait dengan pengelolaan pendapatan 2018 pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIA).

Salah satu poin yang disoroti BPK dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas pengelolaan pendapatan di maskapai pelat merah itu adalah kerja samanya dengan PT Mahata Aero Teknologi.

Dalam LHP yang dikutip Bisnis pada Sabtu (21/9/2019), lembaga auditor negara ini menganggap bahwa sejak awal kerja sama antara GIA dengan MAT sudah ditemukan banyak kejanggalan.

Apalagi penunjukkan MAT yang  dilakukan secara langsung, ternyata tanpa adanya pembanding dan tidak didukung dengan kajian atas kemampuan mitra kerja sama secara teknis maupun finansial yang memadai.

Adapun hasil pemeriksaan terhadap kompetensi MAT diketahui bahwa MAT belum layak secara teknis untuk ditunjuk sebagai mitra kerja sama.

Pertama, MAT diketahui merupakan perusahaan start up yang baru berdiri dan baru berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Nomor AHU-0050256.AH.01.01.Tahun 2017.

Dengan demikian, pada saat pernyataan minat dan persetujuan kerja sama disampaikan MAT melalui surat MAT kepada CI tanggal 19 Oktober 2017 tentang Surat Minat dan Persetujuan Kerja Sama Wi-Fi di Pesawat CI, MAT masih belum menjadi badan hukum.

Tak hanya itu saat MAT juga belum memiliki izin dari Kementerian Komunikasi dan Informasi dan belum memiliki sertifikasi pemasangan peralatan tambahan.

Kedua, MAT tidak mempunyai kemampuan finansial untuk melakukan kerja sama. Apalagi perusahaan itu hanya memiliki modal dasar perusahaan sebesar Rp10,5 miliar. Padahal nilai kerja sama dengan GIA, CI dan SA mencapai US$241,9 juta.

Dengan demikian, nilai perjanjian kerja sama jauh melebihi nilai aset sehingga tidak dapat menjadikan jaminan atas nilai kerja sama dengan GIA, Citilink dan Sriwijaya Air.

BPK juga menemukan bahwa MAT menandatangani kerja sama dengan Well Vintage Enterprises sebagai penyedia modal (financial support) pada tanggal 28 Februari 2019 atau setelah penandatanganan perjanjian kerja sama dengan CI.

Selain itu, MAT belum menerbitkan laporan keuangan untuk Tahun 2017 dan 2018. Sampai dengan pemeriksaan berakhir diketahui bahwa MAT masih melakukan proses pembuatan laporan keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, badan pemeriksa keuangan

Sumber : bpk.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top