Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Inggris Bahas Soal Brexit dengan Presiden Dewan Eropa Pekan Depan

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menggelar pembicaraan bilateral soal Brexit di sela-sela sidang tahunan PBB di New York, ujar pejabat di blok tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 September 2019  |  13:39 WIB
PM Inggris Bahas Soal Brexit dengan Presiden Dewan Eropa Pekan Depan
Boris Johnson - REUTERS/Toby Melville
Bagikan

Bisnis.com, BRUSSELS -  Perdana Menteri Inggris dan Presiden Dewan Eropa direncanakan merundingkan soal Brexit, pekan depan.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menggelar pembicaraan bilateral soal Brexit di sela-sela sidang tahunan PBB di New York, ujar pejabat di blok tersebut.

Keduanya dijadwalkan menghadiri Majelis Umum PBB, sementara waktu pasti pertemuan bilateral mereka masih belum dikonfirmasi.

Uni Eropa pekan ini mendorong kembali pernyataan Johnson bahwa kesepakatan Brexit yang sedang dikaji dan memperingatkan Inggris sedang menuju perpecahan segera setelah 31 Oktober.

Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di sebuah KTT di Brussels dua pekan sebelum Inggris meninggalkan blok tersebut.

Sementara itu pada Rabu Ketua Parlemen Eropa David Sassoli mengatakan bahwa Johnson mengundangnya ke London.

Prioritas dewan yaitu "menjamin hak-hak warga negara dan melindungi proses perdamaian di Irlandia Utara," kata Sassoli dalam satu pernyataan.

"Setiap kesepakatan perlu mendapat persetujuan dari Inggris maupun Parlemen Eropa, sehingga penting adanya perdebatan dan pengawasan parlemen," kata dia.

Sassoli menambahkan bahwa Uni Eropa akan membahas usulan dari London untuk "membuka jalan kebuntuan saat ini."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit Boris Johnson

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top