Calon Ketum Golkar: Airlangga dan Bamsoet, Siapa yang Dekat ke Istana?

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai Airlangga lebih memiliki kedekatan personal dengan Presiden Joko Widodo lantaran menjadi Menteri Perindustrian. Dengan begitu, menurutnya Airlangga lebih potensial mendapat dukungan Istana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 September 2019  |  14:35 WIB
Calon Ketum Golkar: Airlangga dan Bamsoet, Siapa yang Dekat ke Istana?
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Persaingan untuk memimpin Partai Golkar saat ini menjurus hanya pada dua sosok saja, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.  Lalu, bagaimana sikap Istana?

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai Airlangga lebih memiliki kedekatan personal dengan Presiden Joko Widodo lantaran menjadi Menteri Perindustrian. Dengan begitu, menurutnya Airlangga lebih potensial mendapat dukungan Istana.

“Presiden punya pilihan. Tapi saya nilai Jokowi lebih condong ke Airlangga,” kata Jerry belum lama ini. Bukan itu saja, menurutnya ada dukungan juga dari tokoh senior Partai Golkar seperti Agung Laksono, Akbar Tanjung, Jusuf Kala, dan Aburizal Bakrie.

Walau begitu, Jerry menilai dukungan seperti itu bisa berubah sewaktu-waktu. “Memang selama ini Airlangga tetap setia mendukung Jokowi. Tapi dalam politik, 1 detik keputusan bisa berubah. Jangan salah Jokowi juga bakal minta petunjuk dan arahan Megawati,” katanya.

Menurutnya, restu dari Jokowi masih penting bagi Ketua Golkar. Pasalnya, untuk jatah dengan 85 kursi dari hasil torehan Golkar di DPR, maka kemungkinan partai beringin akan meraih jatah 3 kursi menteri. Jika sampai mendapat 4 kursi, lanjutnya, itu bisa disebut hasil kerja keras Airlangga.

Peran Airlanggalah yang dinilai bisa mengamankan jatah menteri yang nantinya akan diberikan Jokowi.

Di luar itu, katanya, sejauh ini ketua DPD/DPC masih banyak yang setia pada Airlangga. Sementara itu, persiapan Bamsoet terlalu singkat. “Kalau saya lihat peluang Bamsoet tipis jika melihat kondisi di lapangan. Bagi saya Airlangga dengan gaya kepemimpinan yang melankolis, cool, santun, ini menjadi garansi dia terpilih lagi,” katanya.

Ia menyebut bahwa kehadiran seluruh ketua-ketua DPD di istana Bogor beberapa waktu lalu memberikan isyarat Airlangga masih berpeluang.“Secara rata-rata, tokoh-tokoh muda masih menginginkan Airlangga.”

Masuknya politikus Azis Syamsuddin ke gerbong Airlangga akan memperkuat barisan ketua umum petahana. Selain Azis, tokoh muda lain adalah Agus Gumiwang. “Bagi saya peluang 60-40 maupun 55-45 di atas kertas masih Airlangga yang unggul.”

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Bung Karno Cecep Handoko melihat Bamsoet sebagai titipan PDIP. Di sisi lain, loyalitas Arilanga terhadap Jokowi telah dibuktikan dengan merealisasikan mobil Esemka yang telah dibangun oleh pemerintah saat ini.  

Selain itu, lanjut dia, Airlangga juga bisa diterima semua kader muda dan kader senior Golkar. Itu artinya, Airlangga berpeluang bisa memimpin Golkar kembali. Sedangkan Bamsoet, katanya, belum melakukan apapun terhadap Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top