Penyelamatan Hutan Bakau, 3M Indonesia Berdayakan Pesisir Semarang

Penelitian daro Center for International Forestry Research (CIFOR) mengungkapkan bahwa hutan bakau Indonesia mampu menyimpan sepertiga dari seluruhkarbon di dunia.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 07 September 2019  |  17:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Hutan bakau Indonesia adalah salah satu hutan paling kaya karbon. Penelitian daro Center for International Forestry Research (CIFOR) mengungkapkan bahwa hutan bakau Indonesia mampu menyimpan sepertiga dari seluruhkarbon di dunia.

Kebutuhan penyerapan karbon harus didukung dengan konservasi dan pemulihan ekosistem bakau secara berkelanjutan di Indonesia.

Bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), 3M Indonesia memberikan kontribusi memperbaiki ekosistem bakau dalam memulihkan potensi dan kekayaan pesisir pantai di Semarang, Jawa Tengah.

Hilangnya hutan bakau terjadi di pesisir Indonesia tepatnya di Provinsi Jawa Tengah, termasuk Teluk Semarang.

Sebagai kota di wilayah pesisir yang memiliki panjang pantai 13,6 km, Semarang memiliki nilai ekologis dan sosial-ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun, wilayah yang rentan ini harus menghadapi berbagai tantangan fisik, seperti banjir pasang surut, erosi, penurunan muka tanah dan naiknya permukaan laut.

Hal inilah yang menunjukkan bahwa hutan bakau memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem wilayah pesisir.

Dari fakta-fakta tersebut, 3M Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemangku kepentingan memberdayakan masyarakat wilayah pesisir.

Sashidharan Sridharan, Managing Director 3M Indonesia mengatakan bahwa menjaga keseimbangan ekologi merupakan fokus utama 3M.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu memecahkan masalah global, mempromosikan pendidikan lingkungan dan konservasi berbasis sains, untuk meningkatkan kualitas kehidupan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (6/9/2019).

Melalui program Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan (SIGAP) yang dikembangkan oleh The Nature Conservancy, 3M Indonesia ikut memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan memberikan hak dan akses untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan merumuskan rencana pembangunan berkelanjutan.

3M juga memberikan bantuan finansial sejumlah US$35.000 untuk meningkatkan konservasi lingkungan wilayah pesisir Semarang, pengembangan mata pencaharian masyarakat lokal melalui ekowisata bakau, budidaya perarian yang berkelanjutan, dan memastikan pengembangan dan penggunaan sumber daya alam dalam wilayah pesisir dapat diawasi.

Program ini untuk mendukung misi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengelolaan ekosistem bakau.

Hal ini juga untuk mendukung komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga selaras dengan Agenda NawaCita - visi pembangunan nasional Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konservasi hutan

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top