Dibantu Superhero Avengers, Penjualan Lego Terkerek 4 Persen

Superhero Avangers berhasil membantu mengerek penjualan produsen mainan Lego pada semester pertama ini, seiring dengan upaya perusahaan melanjutkan investasinya di China dan India.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 03 September 2019  |  23:50 WIB
Dibantu Superhero Avengers, Penjualan Lego Terkerek 4 Persen
Penggemar menggunakan kostum menunggu pemain fim The Avengers:Endgame di karpet merah pemutaran perdana di Los Angeles, California pada Senin (22/4/2019). - REUTERS/Mario Anzuoni.

Bisnis.com, BANDUNG - Superhero Avangers berhasil membantu mengerek penjualan produsen mainan Lego pada semester pertama ini, seiring dengan upaya perusahaan melanjutkan investasinya di China dan India.

Lego yang terkenal dengan mainan balok bongkar pasang warna-warni membukukan pertumbuhan penjualan setelah mengalami stagnasi pada 2017 lalu.

Perusahaan yang harus bersaing dengan Mattel Inc. dan Hasbro mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4 persen menjadi 14,8 miliar krona pada semester I/2019.

CEO Lego Niels Christiansen mengatakan angka pertumbuhan satu digit tersebut sesuai dengan target perusahaan tahun ini.

"Saya yakin kami akan mencapainya," tegas Christiansen, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (03/09/2019).

Versi Lego dari karakter Avengers seperti Captain America, Iron Man dan Thanos berada di antara penjualan teratas sepanjang semester pertama tahun ini. Selain itu, produk bertema Star Wars dan set bangunan lama perusahaan seperti Lego Technic and City turut masuk ke dalam jajaran produk dengan penjualan terbanyak.

Lego mengatakan perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan dua digit di China. Sementara itu, penjualan di AS dan Eropa Barat hanya satu digit. Namun, dia menuturkan laba operasi perusahaan menurun 16 persen menjadi 3,5 miliar krona.

Meskipun ada pergeseran menuju penjualan online, perusahaan berencana untuk menambah 35 toko di China pada akhir tahun ini. Dengan demikian, Lego akan memiliki lebih dari 140 toko di sana.

“Penjualan bergerak cepat menuju e-commerce dan menuju pengalaman ritel yang sangat spesial. Itu menuntut banyak dari apa yang dapat Anda lakukan secara digital, IT-wise dan store-wise, ”kata Christiansen.

Dia menilai pengalaman fisik sangat penting dan perlu, meskipun pembelian secara online tumbuh signfikan. Menurutnya, pasar seperti China memerlukan strategi kuat untuk membangun merek, terutama ketika produk yang dijual adalah produk fisik.

Christiansen berharap Lego dapat masuk ke India, di mana saat ini perusahaan baru menjual melalui toko pihak ketiga. Kendati memiliki rencana, Lego belum dapat memutuskan apakah akan membuka toko sendiri di sana.

"Saya membayangkan apakah suatu hari kita mungkin memiliki toko bermerek Lego di India. Saya kira iya, ”katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Sumber : Reuters

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top