China – AS Masih Atur Pertemuan Perdagangan Bulan Ini

Pejabat China dan AS tengah berupaya mencari jadwal pertemuan pada bulan September untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan setelah Washington menolak permintaan Beijing untuk menunda tarif yang mulai berlaku akhir akhir pekan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 September 2019  |  12:15 WIB
China – AS Masih Atur Pertemuan Perdagangan Bulan Ini
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat China dan AS tengah berupaya mencari jadwal pertemuan pada bulan September untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan setelah Washington menolak permintaan Beijing untuk menunda tarif yang mulai berlaku akhir akhir pekan lalu.

Terlepas dari upaya Presiden Donald Trump untuk menenangkan pasar keuangan dan mengatakan pembicaraan ini telah mengalami kemajuan, dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini belum menyepakati persyaratan dasar, dengan masih adanya ketidakpercayaan di kedua sisi.

Dilansir dari Bloomberg, seorang sumber mengatakan tanggal kunjungan pejabat China ke ibukota AS belum ditetapkan, meskipun belum tentu menjadi pertanda bahwa pertemuan tersebut batal.

Dalam percakapan selama sepekan terakhir, kedua belah pihak gagal untuk menyetujui setidaknya dua permintaan, di antaranya banding AS untuk menetapkan beberapa parameter pada putaran pembicaraan berikutnya dan seruan China untuk menunda tarif baru. Trump tetap melanjutkan kenaikan tarif impor pada hari Minggu (1/9/2019).

Media pemerintah China bereaksi dengan memberi sinyal bahwa pemerintah siap menghadapi gejolak ekonomi. Beijing kemudian mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan keluhan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap tarif impor AS di bawah proses penyelesaian sengketa, Kementerian Perdagangan pada Senin (1/9).

"Jika AS benar-benar ingin mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan China, beberapa orang di AS harus menghormati konsensus, bekerja sama dengan pihak China dan kembali ke jalur yang benar dengan tulus," ungkap surat kabar pemerintah People's Daily dalam komentar pada hari Selasa (3/9/2019).

"Sudah saatnya pemerintah AS mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang menekan China. Bergerakn untuk mengamankan kesepakatan perdagangan akan menjadi pendekatan yang lebih bermanfaat," ungkap People’s Daily, seperti dikutip Bloomberg.

Sejumlah pejabat pemerintahan Trump berusaha menjaga pembicaraan agar tidak terhenti karena pasar keuangan global bergerak dengan setiap putaran positif dan negatif dalam perang dagang yang tampaknya akan berlanjut hingga kampanye pemilihan presiden tahun 2020.

"China bergerak maju, kami baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan akhir pekan lalu.

"Kami sedang berbicara dengan China, pertemuan masih berlangsung seperti yang Anda tahu, pada bulan September. Itu belum berubah, mereka belum mengubahnya, kami belum. Kami akan melihat apa yang terjadi. Tapi kami tidak bisa membiarkan China mengecewakan kami lagi sebagai negara," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top