Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Terjerat Krisis Utang, Lebanon Akan Umumkan Darurat Ekonomi

Lebanon akan mengumumkan keadaan darurat ekonomi dan pemerintah mulai bekerja untuk rencana mempercepat reformasi keuangan publik.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 03 September 2019  |  08:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Lebanon akan mengumumkan keadaan darurat ekonomi dan pemerintah mulai bekerja untuk rencana mempercepat reformasi keuangan publik.

Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri pada Senin (2/9/2019). Dia juga mengatakan bahwa kebijakan menjaga stabilitas pound Lebanon akan berlanjut.

Para menteri kabinet, politisi, dan anggota parlemen yang bertemu pada Senin kemarin, mencapai konsensus mengenai garis besar rencana yang akan menempatkan keuangan publik dan ekonomi pada jalur yang lebih berkelanjutan.

"Ada kesepakatan untuk mengumumkan keadaan darurat ekonomi," kata Hariri, dikutip dari Reuters, Selasa (3/9).

"Situasi ekonomi yang sulit ini mengharuskan kami mengambil langkah cepat seperti menyelesaikan anggaran tepat waktu dan mengurangi defisit," sambungnya.

Dia berujar pemerintah akan mengadakan lebih banyak pertemuan untuk mempercepat pekerjaan.

Lebanon memiliki beban utang publik terberat di dunia sebesar 150% dari PDB dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang rendah selama bertahun-tahun.

Hariri mengatakan, percepatan reformasi akan menghindarkan Lebanon dari krisis yang serupa dengan Yunani, yang jatuh ke dalam krisis utang 9 tahun lalu dan harus mengadopsi langkah-langkah penghematan yang ketat di bawah pengawasan ketat oleh kreditor asing.

“Kami tidak ingin ini terjadi pada kami. Jadi kami mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan negara, " katanya.

Hariri menuturkan penurunan peringkat kredit Lebanon oleh Fitch ke CCC, 10 hari yang lalu, merupakan peringatan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor sebelum terlambat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top