Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Netanyahu Gaungkan Kembali Janjinya untuk Caplok Wilayah Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali janjinya untuk mencaplok seluruh blok permukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Dia mengulang janjinya saat kampanye pemilihan umum 5 bulan lalu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 September 2019  |  10:40 WIB
Netanyahu Gaungkan Kembali Janjinya untuk Caplok Wilayah Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ammar Awad

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali janjinya untuk mencaplok seluruh blok permukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Dia mengulang janjinya saat kampanye pemilihan umum 5 bulan lalu.

"Dengan bantuan Tuhan, kami akan memperluas kedaulatan Yahudi ke semua permukiman sebagai bagian dari tanah Israel, sebagai bagian dari negara Israel," kata Netanyahu saat berpidato dalam sebuah acara pembukaan tahun ajaran baru di permukiman Elkana, Tepi Barat, dikutip dari Reuters, Senin (2/9/2019).

"Ini tanah kami. Kita akan membangun Elkana lain dan Elkana lain dan Elkana lain. Kami tidak akan menarik siapa pun di sini," ujarnya.

Netanyahu, yang mengepalai partai sayap kanan Likud, membuat janji serupa beberapa hari sebelum pemilihan umum Israel pada April lalu. Setelah pemungutan suara, ia gagal membentuk mayoritas parlemen yang memerintah dan negara itu akan mengadakan pemilihan baru pada 17 September mendatang.

Permukiman adalah salah satu masalah paling panas dalam konflik Israel-Palestina. Palestina telah menyuarakan kekhawatirannya terhadap Netanyahu yang dapat menentang konsensus internasional dan terus berupaya melakukan aneksasi dengan kemungkinan dukungan dari sekutu dekatnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Nabil Abu Rdainah, Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa pengumuman Netanyahu tersebut adalah kelanjutan dari upaya untuk menciptakan fait accompli yang tidak dapat diterima dan hal tersebut tidak akan menciptakan perdamaian, keamanan, atau stabilitas.

Adapun Presiden AS Trump telah mengakui aneksasi Dataran Tinggi Golan Israel pada 1981, tanah yang direbut dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967.

Palestina berusaha menjadikan Tepi Barat bagian dari negara masa depan yang akan mencakup Jalur Gaza dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Israel merebut daerah-daerah itu pada 1967 dan memindahkan pasukan serta pemukim dari Gaza pada 2005.

Menurut data Israel, lebih dari 400.000 penduduk Israel sekarang tinggal di Tepi Barat. Sedangkan menurut Biro Statistik Palestina, populasi penduduk Palestina di wilayah tersebut mencapai sekitar 2,9 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina agresi israel
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top