Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Batasi Warga Asing Masuk Papua

Konflik di Papua dan Papua Barat masih belum reda. Akses internet dibatas dan aparat keamanan terus berjaga.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 September 2019  |  18:20 WIB
Prajurit TNI AD berjaga di kawasan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (20/08/2019). Penerbangan di Bandara DEO Pasca kerusuhan, Senin (19/08/2019) kembali normal dan masih dijaga ketat aparat TNI. - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Prajurit TNI AD berjaga di kawasan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (20/08/2019). Penerbangan di Bandara DEO Pasca kerusuhan, Senin (19/08/2019) kembali normal dan masih dijaga ketat aparat TNI. - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – Konflik di Papua dan Papua Barat masih belum reda. Akses internet dibatas dan aparat keamanan terus berjaga.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan menteri luar negeri, warga asing dibatasi untuk datang ke Bumi Cendrawasih.

“Sehingga ada filter-filter yang harus kita lalukan. Beda pada saat nanti keadaan sudah kondusif, sudah aman, silakan. Ini harus dipahami. Ini hak negara kita untuk lakukan seperti itu,” katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Sebelumnya Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengakui ada empat warga negara Australia yang ikut aksi menuntut kemerdekaan Papua di depan Kantor Walikota Sorong, Papua beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Ujo Sujoto mengatakan bahwa empat warga negara Australia itu terdiri dari satu orang pria dan tiga orang wanita. Keempatnya bernama Baxter Tom (37), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25).

“Iya, memang benar ada empat warga negara Australia yang menuntut kemerdekaan Papua di depan Kantor Walikota Sorong Papua,” tuturnya, Senin (2/9/2019).

Ketiga warga negara Australia itu kini sudah dipulangkan ke negaranya, menggunakan pesawat terbang Qantas QF.44 pada hari Senin ini.

Sementara satu WNA lainnya,  Davidson Cheryl Melinda rencananya dipulangkan ke Australia Rabu lusa (4/9/2019) menggunakan pesawat terbang Virgin Australia Airline pada 15.45 WIT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua wiranto
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top