Cuitan Donald Trump Tentukan Arah Pasar

Rentetan cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki dampak yang begitu signifikan hingga mampu mengguncang pasar saham dan menempatkan para trader dan investor di tengah ketidakpastian.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  17:19 WIB
Cuitan Donald Trump Tentukan Arah Pasar
Presiden AS Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berbicara tentang penembakan di El Paso dan Dayton di Ruang Diplomatik Gedung Putih di Washington, AS, 5 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Rentetan cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki dampak yang begitu signifikan hingga mampu mengguncang pasar saham dan menempatkan para trader dan investor di tengah ketidakpastian.

Semua dimulai pada Jumat (23/8/2019), pekan lalu ketika investor dibuat sibuk sambil menunggu isyarat pelonggaran kebijakan moneter dari Gubernur The Fed Jerome Powell pada pertemuan kepala bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming.

Trump dengan cepat mencuri panggung dengan mengunggah cuitan yang menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai musuh potensial dan menyatakan bahwa dia akan mengeluarkan tarif balasan atas kebijakan Beijing sehari sebelumnya.

Dia bahkan menyerukan kepada perusahaan AS agar keluar dari China.

Dilansir melalui Bloomberg, saham AS menderita salah satu kerugian terburuk mereka tahun ini, dengan penurunan sebanyak 3%, karena investor bergegas mencari jalan keluar dan beralih ke safe-haven seperti tresuri dan emas.

Pasar saham kembali terhuyung menyusul perubahan sikap Trump terhadap perang dagang dengan China yang hingga saat ini masih berlangsung.

Pernyataan Trump soal dirinya sempat memiliki pandangan lain soal perang dagang secepat kilat disanggah oleh juru bicaranya yang mengkoreksi bahwa presiden bermaksud untuk mengatakan bahwa dia menyesal tidak menaikkan tarif terhadap China lebih tinggi.

Tidak berapa lama, saham berjangka AS kembali mengalami penurunan hampir mencapai 2% bersamaan dengan dibukanya pasar Asia pada Senin (26/8/2019).

Keadaan kembali normal hanya setelah pihak Beijing, melalui Wakil Perdana Menteri Liu He, menyampaikan pesan damai dan saham kembali meminimalisir kerugiannya.

"Kami bersedia untuk menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan kerja sama dengan sikap tenang. Kami dengan tegas menentang eskalasi perang dagang," katanya, seperti dikutip Caixin melalui Bloomberg, Selasa (26/8/2019).

Menurut Trump, prospek untuk kesepakatan dengan China sekarang telah berubah menjadi lebih baik dibandingkan dengan sejak negosiasi dimulai tahun lalu.

Akibat dari cuitan Trump selama 3 hari berturut-turut tersebut, ekuitas AS ditutup menurun sebesar 1,5% pada penutupan pasar Senin (26/8/2019).

"Ini persoalan negosiasi. Semuanya berjalan lancar bagi saya selama beberapa tahun ini dan akan berdampak baik bagi negara," kata Trump.

Goyahnya pasar saham juga terjadi di Eropa yang mengalami penurunan ketika investor menunjukkan kegelisahan terhadap narasi perang dagang antara AS-China yang berubah-ubah.

Stoxx Europe 600 tergelincir karena data ekonomi Jerman menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di benua biru tersebut berada di ambang resesi, sementara kontrak pada tiga indeks utama AS jatuh.

Saham di Inggris turun karena para pedagang kembali dari libur panjang pada akhir pekan. Obligasi Eropa menguat berkat tresuri, sedangkan dolar AS sedikit lebih rendah.

"Seiring berlanjutnya siklus ini, pasar kemungkinan akan lebih peka terhadap pemberitaan harian, di saat berita utama banyak menjadi faktor pendorong atas keputusan jangka pendek," ujar Erik Knutzen, chief investment officer, kelas multi-aset, di Neuberger Berman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top