Tarif Trump untuk Impor Mobil Jepang Dapat Berlaku Kapan Saja

Jepang memberikan sinyal bahwa mereka ingin seluruh ancaman tarif terhadap industri otomotifnya ditunda sebelum menyetujui kesepakatan perdagangan akhir dengan Presiden AS Donald Trump menyusul ancaman pungutan di sektor yang memiliki nilai hampir US$50 miliar tersebut.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  12:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Jepang memberikan sinyal bahwa mereka ingin seluruh ancaman tarif terhadap industri otomotifnya ditunda sebelum menyetujui kesepakatan perdagangan akhir dengan Presiden AS Donald Trump menyusul ancaman pungutan di sektor yang memiliki nilai hampir US$50 miliar tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Trump mengatakan dia tidak mempertimbangkan untuk mengenakan bea pada saat ini.

Akhir pekan lalu Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan kesepakatan prinsip dalam perdagangan, yang akan disahkan pada akhir September.

Namun, Presiden AS tersebut memilih untuk mempertahankan ancaman tarif dengan mengatakan bahwa dia bisa mengenakan pungutan pada kemudian hari.

"Saya ingin menangani masalah ini dengan baik pada tahap akhir negosiasi perdagangan dengan AS. Pihak mereka juga sudah setuju tentang hal ini," ujar Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi terkait ancaman tarif, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (27/8/2019).

Ancaman tarif baru AS yang berisiko produk impor mobil dan sejumlah komponen telah menjadi momok pada industri otomotif dan mitra dagang utama Amerika sejak Departemen Perdagangan pada Februari mendapati impor tersebut berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Trump mendukung temuan itu pada Mei, tetapi menunda pengenaan pungutan baru pada sektor otomotif Jepang setidaknya hingga pertengahan November untuk memungkinkan para negosiator AS melakukan kesepakatan perdagangan dengan Jepang dan Uni Eropa.

Dia juga setuju dengan Jepang bahwa tidak akan ada tarif baru di saat pembicaraan perdagangan berlanjut.

"Itu salah satu alasan kami membuat kesepakatan," kata Trump tentang tarif pada mobil Jepang pada akhir dari KTT G7 di Prancis.

Menurutnya, tarif hukuman dapat dia keluarkan pada kemudian hari, kapanpun sesuai kehendaknya, tetapi tidak untuk saat ini.

"Kami hanya ingin diperlakukan dengan adil," tambah Trump.

Secara garis besar, kesepakatan ini menggambarkan bahwa Jeepang akan memangkas tarif pada produk pertanian AS.

Dalam mengumumkan perjanjian itu, Trump mengatakan Jepang akan membeli gandum dan jagung Amerika dalam jumlah besar, yang dapat menopang petani yang terdampak perang dagang antara AS dan China.

Sebagai balasannya, AS akan memangkas tarif beberapa barang industri dari Jepang, yang tidak termasuk mobil.

Tujuan Jepang yang lebih besar adalah untuk menghindari gangguan pada industri mobilnya yang menguntungkan, dan Motegi mengatakan industri tidak perlu khawatir tentang kuota atau aturan baru di negara asal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top