Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masyarakat Papua diimbau Tidak Mudah Percaya Hoax

Demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat dinilai bisa memicu ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan konflik sosial sehingga bisa memecah belah persatuan bangsa. Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Peter Frans Rumaseb menilai disinformasi tentang penyerangan terhadap mahasiswa asal Papua, telah mengusik perdamaian kehidupan berbangsa.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  09:33 WIB
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (IMMAPA) Bali mengikuti aksi damai di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (22/8/2019). Dalam aksi tersebut, mereka menolak dan mengutuk keras serta meminta aparat menangkap pelaku aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah. - Antara
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (IMMAPA) Bali mengikuti aksi damai di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (22/8/2019). Dalam aksi tersebut, mereka menolak dan mengutuk keras serta meminta aparat menangkap pelaku aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat dinilai bisa memicu ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan konflik sosial sehingga bisa memecah belah persatuan bangsa. 

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Peter Frans Rumaseb menilai disinformasi tentang penyerangan terhadap mahasiswa asal Papua, telah mengusik perdamaian kehidupan berbangsa.

Ia juga mengaku kaget demonstrasi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat dilatarbelakangi isu diskriminasi mahasiswa Papua di Jawa Timur menjadi yang merupakan informasi sumir.

“Kita di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak perlu khawatir yang berlebihan," kata Peter dalam keterangan tertulis, yang diterima Minggu (25/8/2019).

Peter menambahkan dia tahu, bahwa dua hari sebelumnya ada 43 mahasiswa Papua yang sempat diamankan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Setelah mendengar informasi itu ia mengaku langsung melakukan pendampingan, bahkan hingga proses pemeriksaan tuntas dan masing-masing dari mereka dikembalikan ke asrama.

“Jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial,” ujarnya.

Insiden Surabaya berlanjut protes dan kericuhan di Papua mengundang simpati banyak tokoh mulai dari Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti hingga Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom.

Mereka berpendapat sama kekerasan, diskriminasi, bukan jati diri asli bangsa Indonesia. Semuanya, sekadar buntut dari kesemrawutan informasi yang kian menantang dalam kehidupan berbangsa yang dimanfaatkan pihak ketiga.

Penyelesaiannya juga tidak sebatas langkah hukum namun juga mesti melalui pendekatan kultural dari segenap lapisan masyarakat, terutama masyarakat di luar Papua. Hanya dengan demikian masyarakat Papua dapat merasakan bahwa mereka adalah bagian integral dari masyarakat dan bangsa Indonesia.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top