Meski Belum Ada Protes Negara Lain, Wiranto Ingin Karhutla Segera Diatasi

Wiranto berharap karhutla ini segera bisa ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak asap yang lebih luas, apalagi jika asap tersebut menyambar ke negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  20:30 WIB
Meski Belum Ada Protes Negara Lain, Wiranto Ingin Karhutla Segera Diatasi
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut. - Antara/FB Anggoro

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia belum menerima protes dari negara lain terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah. Kabut asap dampak kebakaran belum melewati batas negara.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai rapat koordinasi khusus (rakorsus) di kantornya, Jakarta, Rabu (21/8/2018).

"Dari Kemenlu juga sudah menyampaikan, sementara ini belum ada protes dari negara lain karena belum ada yang namanya asap keluar ke perbatasan," ujarnya.

Dia berharap karhutla ini segera bisa ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak asap yang lebih luas, apalagi jika asap tersebut menyambar ke negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Terlebih, citra Indonesia sebagai paru-paru dunia juga harus dijaga. "Kalau ada kebakaran, kita menjadi perhatian dunia, kita menjadi bahan pembicaraan internasional bahwa seakan-akan tidak bisa menjaga paru-paru dunia itu," sebut Wiranto.

Di sisi lain dia mengatakan bahwa pemadaman hutan dan lahan yang terbakar saat ini terkendala belum turunnya hujan. Kalau pun menggunakan hujan buatan yang sangat tergantung kondisi awan.

Setidaknya, daerah terdampak karhutla memiliki 70% awan. Sayangnya di beberapa tempat hanya 60 persen, sehingga hujan buatan tidak bisa dilakukan.

Pemerintah pun tak habis upaya. Mereka menggunakan metode water boombing dengan menyediakan 37 helikopter.

"Tapi kita minta, ketika ada awan langsung hujan buatan dilaksanakan," tutur Wiranto.

Sementara itu, pasukan pemadam api juga turut disiagakan. Biaya untuk operasi mereka termasuk untuk penanggulangan karhutla ini  telah disepakati dalam rapat tadi.

Pembiayaan ini menjadi penting mengingat intensif yang diberikan kepada personil pasukan untuk penanggulangan karhutla cukup besar. Wiranto merinci, satu orang diberi intensif sebesar Rp145.000.

Jumlah pasukan tersebut mencapai 23.000 orang ditambah pasukan khusus milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berjumlah 9.000 orang.

"Karena di lapangan sehari segitu biayanya, ini biaya besar ya. Oleh karena itu kita harapkan agar bisa segera ditanggulangi," tuturnya.

Dalam rapat yang berlangsung tadi, juga dibahas bahwa Kementerian Sosial sudah menyiapkan posko-posko untuk masyarakat yang erdamoak karhutla. Kementeri Perhubungan pun sudah menyiapkan transportasi apabila evakuasi nantinya diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan, Karhutla

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top