Ekonomi Terdampak Perang Dagang, Bank Sentral China Umumkan Reformasi Suku Bunga

Perang dagang dengan AS mulai berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi China.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 17 Agustus 2019  |  16:16 WIB
Ekonomi Terdampak Perang Dagang, Bank Sentral China Umumkan Reformasi Suku Bunga
Yuan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank sentral China mengumumkan reformasi suku bunga untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang terdampak perang dagang dengan AS.
 
People's Bank of China (PBOC) mengatakan akan memperbaiki mekanisme yang digunakan untuk menetapkan Loan Prime Rate (LPR) sejak bulan ini. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya terus menurunkan suku bunga acuan bagi korporasi.
 
"Dengan melakukan reformasi dan memperbaiki mekanisme penyusunan LPR, kami akan bisa menggunakan metode reformasi berdasarkan pasar (market-based) untuk membantu menurunkan suku bunga pinjaman riil," papar PBOC seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2019).
 
PBOC melanjutkan akan memperdalam reformasi suku bunga berdasarkan pasar, meningkatkan efisiensi transmisi suku bunga, dan menurunkan biaya dana di ekonomi riil.
 
Nantinya, perhitungan LPR akan disusun berdasarkan operasi pasar terbuka dan pusat pendanaan antar bank nasional akan diberi kewenangan untuk mempublikasikan suku bunga terkait pada Selasa (20/8). Ke depannya, pengumuman suku bunga bakal disampaikan pada tanggal 20 setiap bulannya.
 
Selain itu, tenor sepanjang 5 tahun dan lebih akan ditambahkan untuk membantu PBOC menetapkan suku bunga untuk pinjaman jangka panjang, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selama ini, hanya ada LPR untuk tenor 1 tahun.
 
Beijing juga bakal menambah 8 bank kecil, termasuk 2 bank yang dibiayai asing, ke daftar bank nasional eksisting yang diperbolehkan memasukkan kutipan LPR. Saat ini, jumlahnya ada 10 bank. 
 
Kebijakan ini diambil menyusul komitmen Dewan Negara China bahwa negara itu akan mengacu pada reformasi market-based untuk membantu menurunkan suku bunga riil bagi pelaku usaha. Langkah tersebut juga diyakini mampu memperkuat pengawasan terhadap bunga yang diberikan bank dan menghukum bank jika ada pelanggaran yang mengganggu ketertiban pasar.
 
PBOC meluncurkan LPR pada 2013, sebagai gambaran suku bunga yang diberikan bank kepada nasabah utama mereka. Namun, LPR tidak banyak terpengaruh oleh permintaan dan suplai di pasar, di mana bunga untuk 1 tahun sebesar 4,31 persen atau sedikit di bawah benchmark bunga pinjaman 1 tahun yang berada di posisi 4,35 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top