Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

DUBES INDONESIA UNTUK KUWAIT TRI THARYAT : "Target Kami Dorong Direct Trade RI-Kuwait"

Sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 1968, Indonesia dan Kuwait telah menjalin kerja sama di berbagai bidang. Meskipun demikian, kerja sama yang dijalin saat ini dirasa masih dapat lebih dioptimalkan.
1

Kami Berupaya Meningkatkan Ekspor Nonmigas

Emir Kuwait Sheikh Sabah al Ahmad Al Sabah - Reuters
Emir Kuwait Sheikh Sabah al Ahmad Al Sabah - Reuters
Bagikan

Dalam kurun 4 tahun terakhir, nilai perdagangan Indonesia-Kuwait terus mengalami penurunan, apa sebenarnya hambatannya?

Tren volume perdagangan RI-Kuwait sejak 2014 memang turun sebesar 29,55% akibat menguatnya nilai tukar dinar Kuwait terhadap US$, sedangkan impor Indonesia dari Kuwait masih didominasi oleh minyak yang diperdagangkan dalam dinar Kuwait.

Di sisi lain, kami tetap berupaya mengejar defisit dengan meningkatkan ekspor nonmigas, antara lain produk makanan, furnitur, kertas dan fashion. Selama ini, defisit terus diupayakan diperkecil, dari US$1,2 miliar pada 2014 menjadi US$17,24 juta untuk periode Januari—Mei 2019.

Sebetulnya, banyak produk Indonesia sudah masuk ke pasar Kuwait, tetapi melalui negara ketiga seperti Saudi Arabia dan UAE, yang secara tradisional juga merupakan mitra ekspor bagi Indonesia. Jadi satu target kami adalah mendorong lebih banyak direct trade dari Indonesia ke Kuwait.

Bagaimana strategi yang Anda jalankan untuk mengatasi hambatan tersebut?

Mendorong perdagangan bilateral tentunya memerlukan keterlibatan sektor bisnis. Dua tahun belakangan ini, kami mendorong dibentuknya business chamber di kedua negara, yaitu Kuwait Chapter dan Indonesian Chapter.

Alhamdulillah, Indonesia-Kuwait Business Chamber/IKBC–Indonesian Chapter sudah dibentuk tahun lalu, sedangkan pembentukan Kuwait-Indonesia Business Chamber/KIBC–Kuwait Chapter sudah kick start akhir tahun lalu. Kami juga terus berdialog dengan KADIN Indonesia khususnya Komite Timur Tengah untuk mendorong engagement sektor bisnis kedua negara.

Bagaimana potensi kerja sama perdagangan kedua negara ke depannya?

Selain mendorong ekspor produk unggul Indonesia ke Kuwait, saya juga melihat adanya potensi kerja sama perdagangan dengan Kuwait. Sebagaimana dimaklumi, Kuwait sedang menggalakkan sektor hortikultura secara komersial sebagai bagian dari target pembangunan nasional Visi 2035. Kebutuhannya jelas, yaitu untuk memenuhi konsumsi pangan dalam negeri yang saat ini sebagian besar masih diimpor dari luar Kuwait.

Saat ini, Indonesia mengekspor kendaraan penumpang, produk makanan, furnitur, kertas dan tekstil. Pada masa mendatang, saya melihat masih ada potensi untuk peningkatan jumlah ekspor produk tersebut serta produk-produk lainnya untuk memenuhi keperluan proyek infrastruktur dan bangunan seperti baja, semen serta kendaraan dan peralatan berat untuk kontruksi.

Bagaimana strategi Anda untuk meningkatkan kerja sama di bidang investasi? Sektor apa saja yang dinilai menarik?

KIBC–Kuwait Chapter dan IKBC–Indonesian Chapter dipersiapkan agar menjadi one-stop point yang menjadi mitra pemerintah dalam upaya mendorong perdagangan, pariwisata, dan investasi bilateral. Kami terus bekerja sama dengan KADIN Indonesia, Kuwait Chamber of Commerce and Industry (KCCI), KIBC dan IKBC untuk mendorong investasi.

Kami juga meningkatkan komunikasi dengan instansi terkait di Indonesia, dan Kuwait untuk memantau penyelesaian pending matters yang berpotensi menghambat pengembangan investasi.

Kuwait menilai, investasi di Indonesia masih menarik di bidang minyak, tentunya karena kekhasan Kuwait sebagai salah satu negara penghasil minyak dunia. Pada masa mendatang, investor kedua negara dapat menjajaki pengembangan kerja sama investasi di bidang infrastruktur, kawasan bisnis dan kawasan pariwisata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuwait
Editor : Hendra Wibawa
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top